Bhiksu Indonesia Terpilih Sebagai Ketua Dewan Sangha Buddhis Dunia

by -93 Views

Sabtu, 9 Maret 2024 – 08:11 WIB

Pada Konferensi Umum WBSC ke-11, Suhu Hui Siong terpilih sebagai Presiden World Buddhist Sangha Council (WBSC). Supriyadi, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, memberikan ucapan selamat.

“Kami secara pribadi dan institusi Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia mengucapkan selamat, semoga menjadi kebanggaan dan semangat bagi umat Buddha Indonesia untuk meningkatkan kualitas diri dan peran aktifnya,” ucapnya pada Kamis, 7 Maret 2024 di Jakarta.

Dilansir dari Kementerian Agama Republik Indonesia pada Sabtu, 9 Maret 2024, Mahanayaka Chaokun Prajnavira Mahasthavira lebih dikenal sebagai Suhu Hui Siong. Dia terpilih secara aklamasi sebagai Presiden World Buddhist Sangha Council (WBSC) pada Konferensi Umum WBSC ke-11, di Auckland, Selandia Baru, 2 Maret hingga 6 Maret 2024.

“Pemulihan Lingkungan Hidup untuk Hidup Berdampingan Secara Harmonis, Berintegrasi ke Era Digital Modern, Berkomitmen Melindungi Bumi dan Memurnikan Pikiran” adalah tema konferensi WBSC ke-11. Sidang konferensi diadakan di Grand Millenium Hotel, Auckland dan seremonial pembukaan diadakan di Quan An Monastery, Auckland.

Supriyadi berharap konferensi ini akan meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab sangha untuk mensosialisasikan dan membina umat untuk memelihara lingkungan dan memperbaiki alam.

Selain itu, konferensi ini juga diharapkan dapat meningkatkan keikutsertaan sangha dalam pemeliharaan alam, menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara manusia dan alam, meningkatkan kerjasama dengan pemerintah setempat dalam upaya memperbaiki alam dan melakukan tindakan bersama untuk membangun komunitas yang ramah lingkungan dan ramah lingkungan.

497 orang hadir di konferensi WBSC ke-11, yang terdiri dari 28 negara, 239 bhikkhu/bhiksu, 115 bhikkhuni/bhiksuni, dan 153 peninjau.

Anggota Dewan Sangha Buddhis Dunia (World Buddhist Sangha Council atau WBSC) adalah Sangha-sangha dari seluruh dunia. Tujuan organisasi non-pemerintah (LSM) ini adalah untuk mendorong pertukaran komunitas agama dan wihara Buddhis dari berbagai tradisi di seluruh dunia serta membantu melaksanakan kegiatan transmisi agama Buddha.

Organisasi ini pertama kali didirikan di Kolombo, Sri Lanka, pada Mei 1966. Kantor pusat WBSC telah pindah ke Taipei, Taiwan, setelah Pai Sheng Mahasthavia terpilih sebagai presiden WBSC pada tahun 1981.