Lotus Berencana Produksi Mobil di Pabrik Volvo Amerika

by -261 Views

Selama akhir pekan, rumors muncul mengenai kemungkinan penutupan pabrik Lotus di Norfolk, Inggris. Meskipun laporan dari media seperti BBC dan Financial Times menyatakan bahwa Lotus berencana untuk menghentikan produksi mobil di Inggris dan mengancam 1.300 pekerjaan, rumor-rumor tersebut telah dibantah oleh perusahaan. Lotus Cars menyatakan bahwa pabrik mereka tetap beroperasi seperti biasa dan tidak ada rencana untuk menutupnya.

Meskipun demikian, Lotus mengakui bahwa mereka sedang mempertimbangkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing global. CEO Lotus, Feng Qingfeng, bahkan menyatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk membangun mobil di Amerika Serikat untuk menghindari tarif, dengan rencana untuk memproduksi model Emira dan kendaraan listrik di pabrik Volvo di South Carolina.

Meskipun membangun pabrik baru dari awal bukanlah pilihan yang realistis untuk Lotus, pabrik Volvo di Ridgeville dapat menjadi opsi yang layak dengan kapasitas produksi maksimum 150.000 kendaraan per tahun. Volvo sendiri telah mengumumkan rencana untuk mengurangi jumlah tenaga kerja di pabrik mereka sebesar 5%, namun masih berencana untuk menciptakan 4.000 pekerjaan baru dalam jangka panjang.

Lotus memiliki tekanan besar untuk bertindak cepat karena pasar Amerika Serikat merupakan pasar terbesar kelima bagi mereka. Ekspor Emira ke AS telah terhenti sejak April akibat tarif yang tinggi, namun dijadwalkan untuk dilanjutkan pada bulan Agustus. Meskipun masih ada keputusan yang harus dibuat mengenai produksi Lotus di South Carolina, Lotus tetap menegaskan komitmennya terhadap Inggris dan merasa bahwa Inggris adalah rumah bagi merek mereka dengan operasi penting serta pasar komersial terbesar di Eropa.

Tindakan seperti penutupan pabrik Norfolk akan menjadi kemunduran bagi industri mobil Inggris yang tengah mengalami penurunan produksi. Produsen mobil lainnya di Inggris juga mengalami kesulitan ekspor ke AS akibat kenaikan tarif, dengan pengiriman turun drastis. Hal ini menunjukkan perlunya langkah-langkah strategis untuk menjaga daya saing dan keberlangsungan industri mobil Inggris di pasar global.

Source link