Prabowo Breaks Deadlock: Indonesia-EU 10-Year CEPA Talks Conclude

by -127 Views

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, secara resmi mengumumkan terobosan besar dalam negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa. Kesepakatan ini tercapai setelah sepuluh tahun negosiasi yang panjang. Dalam konferensi pers bersama di Brussels pada hari Minggu (13 Juli), Presiden Prabowo menyatakan bahwa kedua belah pihak telah mencapai pemahaman penting dan strategis.

“Kami telah mencapai terobosan penting. Setelah sepuluh tahun negosiasi, kami telah menyelesaikan kesepakatan menuju Kemitraan Ekonomi Komprehensif, yang pada dasarnya merupakan perjanjian perdagangan bebas,” ujar Prabowo. Proses tersebut menghasilkan pemahaman saling menguntungkan, dengan kedua pihak berhasil menyesuaikan kepentingan ekonomi masing-masing dengan cara yang konstruktif.

Presiden Prabowo mencatat pentingnya strategis kemitraan Indonesia-Eropa di tengah ketidakpastian global. Dia menekankan bahwa kolaborasi ini dapat memainkan peran penting dalam menjamin stabilitas ekonomi dan geopolitik. Von der Leyen juga mengapresiasi upaya berhasil pejabat senior dari kedua belah pihak dalam menyelesaikan perbedaan besar yang tersisa dalam proses negosiasi.

“Kami telah mencapai kesepakatan politik mengenai perjanjian perdagangan bebas ambisius – Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). Setelah 10 tahun negosiasi, kami telah mencapai terobosan besar. Mr. President, saya mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan anda” kata von der Leyen. Kesepakatan ini menandai tonggak penting dalam membangun kemitraan jangka panjang berdasarkan nilai bersama.

Dengan berakhirnya negosiasi yang berlangsung satu dekade ini, Indonesia dan UE diharapkan akan menerima manfaat nyata bagi kedua perekonomian mereka. Semoga saat penerapan kesepakatan ini dimulai, kami dapat menandatangani perjanjian pelaksanaannya di Brussels sekali lagi. Hal ini akan memberi saya kesempatan untuk kembali ke Brussels!”

Source link