Prabowo: Europe Needs Our Commodities, We Need Their Technology – Analisis Hubungan Ekonomi Eropa dan Indonesia

by -155 Views

Prabowo Subianto, yang merupakan pengganti Presiden Joko Widodo, mengumumkan terobosan dalam negosiasi perdagangan Indonesia selama satu dekade dengan Uni Eropa, mengkonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah setuju untuk masuk ke dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA), yang efektif adalah perjanjian perdagangan bebas. “Saya berada di Brussels, dan di sana kami mencapai terobosan besar. Setelah 10 tahun negosiasi yang sulit, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya setuju untuk melangkah maju dengan apa yang disebut CEPA – Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif – yang pada dasarnya adalah Perjanjian Perdagangan Bebas,” kata Prabowo di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada Rabu (16 Juli). Dalam perjanjian tersebut, barang-barang Indonesia akan dapat memasuki pasar Eropa tanpa tarif. Menurut Prabowo, kesepakatan tersebut mencerminkan hubungan yang saling menguntungkan: sementara Eropa membutuhkan komoditas dan akses pasar Indonesia, Indonesia akan mendapat manfaat dari kemajuan Eropa di bidang sains, teknologi, dan investasi modal. “Produk kami akan masuk ke Eropa tanpa tarif. Ini adalah hubungan simbiotik yang sangat dalam – mereka memiliki teknologi, sains, dan sumber daya keuangan yang luar biasa, sementara kami menawarkan mineral kritis, komoditas, dan pasar yang besar,” jelasnya. Selain menyelesaikan semua isu yang tersisa dalam negosiasi CEPA yang sudah terhenti selama satu dekade, Indonesia dan UE juga setuju untuk sistem visa cascade – kebijakan yang bertujuan untuk memperlancar proses bagi warga Indonesia untuk memperoleh visa multi-entri ke area Schengen.

Source link