Stellantis Melupakan Hidrogen: Fokus pada Segmen Spesifik

by -128 Views

Hidrogen sebagai bahan bakar untuk kendaraan listrik masih menjadi topik yang kontroversial. Meskipun beberapa produsen mobil tetap optimis, seperti Stellantis, yang berencana untuk mengembangkan kendaraan komersial berbasis hidrogen, namun kini perusahaan ini memutuskan untuk menghentikan investasi dalam teknologi ini. Stellantis menyadari bahwa untuk membuat hidrogen menjadi pilihan yang layak, diperlukan investasi finansial yang besar. Selain itu, tantangan utama yang dihadapi konsumen adalah kurangnya infrastruktur pengisian bahan bakar yang memadai di seluruh dunia.

Sementara Stellantis menghentikan program pengembangan hidrogen, Toyota tetap komitmen untuk mengeksplorasi dan meningkatkan teknologi sel bahan bakar. Toyota bahkan membantu BMW dalam merilis mobil hidrogen produksi seri pertama yang diperkirakan akan hadir pada tahun 2028. Selain Toyota, Hyundai juga terus berinvestasi dalam teknologi hidrogen dengan meluncurkan model baru seperti Nexo, dan melihat potensi penggunaan truk sel bahan bakar Xcient.

Meskipun beberapa produsen mobil optimis tentang masa depan hidrogen, ada juga yang skeptis. Volkswagen menyatakan bahwa teknologi sel bahan bakar saat ini tidak dapat bersaing dalam pasar mobil penumpang, terutama karena keterbatasan ruang dan infrastruktur pengisian bahan bakar yang belum memadai. Namun, merek lain seperti Renault dan Alpine tetap melihat potensi penggunaan hidrogen dalam mobil sport dan supercar. Meskipun teknologi sel bahan bakar terus berkembang, namun tantangan infrastruktur tetap menjadi hambatan utama dalam adopsi teknologi ini.

Source link