Prabowo Criticizes Neoliberal Economics: No Wealth Trickles Down After 200 Years

by -127 Views

Presiden Joko Widodo sebelumnya dan Presiden Indonesia saat ini, Prabowo Subianto, mengeluarkan kritik tajam terhadap teori ekonomi neoliberal selama pidatonya dalam perayaan ulang tahun ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Rabu malam (23 Juli). Dia menyasar pada keyakinan lama bahwa kekayaan yang terkonsentrasi di atas akan akhirnya “menetes” ke seluruh populasi, menyebutnya sebagai mitos yang tidak pernah terbukti. Prabowo mengawali dengan mengatakan bahwa Pasal 33 dari Konstitusi kita sebenarnya sangat sederhana tetapi jelas menetapkan dasar untuk mengamankan dan melindungi negara.

Prabowo menyampaikan bahwa filosofi ini bertentangan dengan neoliberalisme, yang membenarkan ketimpangan dengan asumsi bahwa kekayaan yang dihasilkan oleh orang kaya akan akhirnya bermanfaat bagi semua melalui efek “menetes” yang disebutkan. Namun, Prabowo dengan tegas menolak validitas gagasan tersebut. Dia menegaskan bahwa gagasan bahwa kekayaan akan “menetes” sangat tidak realistis. Pidato Prabowo sesuai dengan visinya yang lebih luas untuk memperkuat ekonomi yang berpusat pada rakyat, yang berakar dalam mandat konstitusi untuk melayani semua warga bukan hanya elit. Pidatonya menguatkan komitmennya terhadap kebijakan ekonomi inklusif dan penolakan terhadap model yang memperpetuasi ketidaksetaraan.

Source link