Nissan sedang mengalami masa sulit dan CEO baru telah mengumumkan langkah-langkah terobosan untuk mengembalikan kondisi perusahaan. Dalam upaya tersebut, Nissan telah mengumumkan penutupan tujuh pabrik, termasuk pabrik Oppama di Jepang, yang akan ditutup pada Maret 2028, serta pabrik Civac yang akan ditutup pada Maret 2027. Selain itu, rencana penghentian kemitraan dengan Mercedes-Benz dalam waktu dekat juga telah diumumkan setelah produksi dua crossover Infiniti selesai dilakukan.
Langkah-langkah drastis ini sejalan dengan upaya Nissan untuk mengurangi kapasitas produksi sebesar 30% dan mengurangi jumlah tenaga kerja sebanyak 20.000 orang. Selain itu, perusahaan juga telah menghentikan pengembangan beberapa model untuk fokus pada inisiatif pengurangan biaya. CEO baru Nissan memiliki banyak tantangan di depannya, dengan banyak opsi di atas meja untuk memperbaiki keadaan perusahaan.
Dalam rencana pemulihan “Re:Nissan”, Nissan berencana untuk melakukan PHK sekitar 20.000 karyawan dan meningkatkan utilisasi pabrik hingga 100%. Upaya ini juga mencakup pengurangan biaya teknik sebesar 20% dan permintaan kepada pemasok untuk mengambil keuntungan dari IOU. Meski dengan rencana tersebut Nissan diharapkan dapat menghemat hingga $3,4 miliar, hal ini terjadi setelah perusahaan mencatat kerugian bersih sebesar $4,5 miliar.
Meskipun Nissan sedang berada dalam kondisi yang sulit, upaya-upaya perbaikan yang dilakukan oleh perusahaan, termasuk penutupan pabrik dan pemutusan kemitraan, diharapkan dapat membawa Nissan keluar dari situasi krisis ini. Dengan fokus pada pengurangan biaya dan efisiensi operasional, Nissan berharap untuk mencapai stabilitas keuangan dan kembali ke jalur kesuksesan.





