Kolaborasi Nasional-Lokal-Swasta untuk Keberhasilan Program MBG

by -178 Views

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (KPC), berbagi wawasan kunci dengan pemimpin regional untuk menyelaraskan pemahaman tentang program-program andalan Presiden Prabowo Subianto dalam acara yang diadakan di Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada Rabu (30 Juli). Hadir juga Muhamad Isra Ramli, Deputi I untuk Bahan Komunikasi dan Informasi di KPC; Tigor Pangaribuan, Deputi Sistem dan Tata Pemerintahan di Badan Gizi Nasional (BGN); serta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Acara dengan tema “Bukti Nyata Program-program Presiden Prabowo Subianto” diselenggarakan oleh DPP Gempita (Gerakan Milenial untuk Cinta Tanah Air).

Forum tersebut juga dihadiri oleh beberapa pemimpin regional, termasuk: Darma Wijaya, Bupati Serdang Bedagai, Maya Hasmita, Bupati Labuhanbatu, Baharudin Siagian, Bupati Batu Bara, serta pejabat lokal lainnya dan perwakilan Forkopimda Sumatera Utara (Forum Koordinasi Kepemimpinan Daerah).

Dalam sambutannya, Hasan menekankan pentingnya menyelaraskan pandangan di semua tingkatan pemerintah untuk memastikan implementasi yang lancar dan terkoordinasi dari program-program prioritas nasional.

“Kita harus memastikan keselarasan—terutama antara pemerintah pusat dan daerah—agar kita bisa bergerak maju bersama. Pemahaman bersama adalah kunci,” ujarnya.

Hasan menjelaskan bahwa agenda kebijakan Presiden Prabowo tidak bersifat spontan tapi didasarkan pada perencanaan jangka panjang—banyak ide yang tertuang dalam buku yang ditulis Prabowo lebih dari satu dekade lalu, yang kini menjadi dasar dari program-program pemerintah.

Salah satu inisiatif andalan tersebut adalah Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang dijelaskan Hasan sebagai produk dari visi jangka panjang yang dipikirkan matang. Dia mencatat bahwa program serupa telah diimplementasikan di lebih dari 109 negara, dengan dampak yang terlihat dalam rentang waktu 10 hingga 20 tahun ke depan. Hasan mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam percepatan program tersebut.

“Pemerintah pusat menyediakan regulasi dan pendanaan. Pemerintah daerah membangun dapur. Sektor swasta juga dipersilakan untuk berpartisipasi,” tegasnya.

Forum tersebut juga menjadi platform bagi para pemimpin regional untuk menyampaikan umpan balik dan proposal langsung kepada perwakilan BGN mengenai program MBG. Hasan menekankan bahwa kolaborasi dan komunikasi langsung sangat penting untuk menghasilkan terobosan nyata di lapangan.

Hasan juga mengingatkan para peserta bahwa dapur SPPG (Unit Layanan Pemenuhan Gizi) harus dikelola dengan hati-hati. Setiap hidangan yang disajikan harus memenuhi setidaknya sepertiga kebutuhan kalori harian, dan tidak kalah pentingnya—rasanya harus enak.

“Jika makanannya tidak enak dan tidak dimakan, tujuan tidak tercapai. Itulah mengapa saya katakan: jika makanan tidak enak, beri umpan balik. Sia-sia jika berakhir di tempat sampah,” katanya.

Source link