Transforming Children’s Future with Zero Costs: People’s School Approach

by -199 Views

Sekolah Rakyat: Mengangkat Beban dan Mewujudkan Harapan

Setiap pagi, Juwita merasa lega. Dia tidak lagi khawatir membayar seragam sekolah, buku teks, atau bahkan makanan harian untuk anaknya, Fachri. Sejak diluncurkannya program Sekolah Rakyat pada tahun akademik 2025-2026, beban keuangan yang dulu memberatinya mulai terangkat.

“Dia tambah rajin sekarang, dan sekarang dia berbicara kepada kami, orang tuanya, dengan lebih hormat. Itu membuat saya haru – dia jadi lebih mandiri juga. Di rumah, saya biasanya mencuci pakaiannya, tetapi di sini, dia melakukannya sendiri,” ungkap Juwita saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 6 Jakarta pada hari Senin (4 Agustus).

Fachri telah tinggal di asrama selama hampir sebulan. Perubahan yang dia tunjukkan tidak hanya tentang kemandirian, tetapi juga rutinitas harian yang lebih sehat. “Di sini, vitaminnya dijaga, makanannya terjamin. Saya sangat berterima kasih kepada Presiden,” katanya. “Anak saya sekarang lebih bahagia, dan dia jauh lebih antusias,” tambahnya.

Dian, seorang orang tua lain yang anaknya, Aditya, juga bersekolah di sekolah yang sama, juga menyatakan rasa syukur yang sama. Baginya, Sekolah Rakyat adalah jawaban atas doanya – agar anaknya belajar disiplin dan keluarganya menemukan keringanan keuangan.

“Saya sangat senang. Saya pikir ini satu-satunya cara anak saya bisa belajar berdiri di kakinya sendiri, untuk menjadi lebih dewasa daripada sebelumnya,” katanya dengan suara penuh emosi.

Menurut Dian, transformasi tampak tidak hanya pada sikap Aditya tetapi juga pada kesejahteraan fisiknya.

“Syukurlah, dia sedikit gemuk dan terlihat lebih bersih sekarang. Dulunya sulit sekali memberinya makan – dia bahkan sulit untuk makan dua kali sehari. Tetapi di sini, semuanya terjadwal – makanan, kegiatan, ibadah, dan belajar Al-Qur’an. Saya benar-benar bersyukur karena Sekolah Rakyat telah sangat membantu kami,” jelasnya.

Bagi orang tua seperti Juwita dan Dian, Sekolah Rakyat bukan hanya program pendidikan. Ini adalah tali pengaman bagi keluarga kelas pekerja yang telah lama berjuang untuk menyediakan pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka.

“Saya sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto – terutama karena sekarang pendidikan anak saya didukung sepenuhnya, mulai dari makanan hingga seragam hingga buku tulis. Sebagai orang tua dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah, saya sangat menghargainya,” ucap Juwita.

Dian juga hanyut dalam emosi saat mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Terima kasih kepada Presiden atas penciptaan Sekolah Rakyat, dan atas kemungkinan anak saya berada di sini. Yang bisa saya lakukan hanyalah mengucapkan terima kasih. Saya harap dia terus sukses, tetap sehat, diberkahi dengan keberuntungan berlimpah, dan bahwa keluarganya selalu dalam keadaan baik. Seribu terima kasih padanya,” ujarnya dengan tulus.

Bagi keluarga seperti mereka, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar. Ini adalah tempat dimana harapan baru bergelora – di mana beban hidup sedikit lebih ringan, anak-anak tumbuh menjadi individu mandiri, dan masa depan terasa sedikit lebih pasti.

Source link