Alasan General Motors & BMW Masih Pilih Baterai EV Cina

by -231 Views

Dengan semakin kuatnya undang-undang yang mengharuskan Amerika untuk mengurangi ketergantungannya pada rantai pasokan Cina, produsen mobil seperti General Motors dan BMW kini mempertimbangkan untuk kembali menggunakan baterai asal Cina. Kredit pajak kendaraan listrik yang akan berakhir pada 30 September juga menjadi faktor dalam keputusan ini. Meski demikian, upaya untuk memproduksi lebih banyak di dalam negeri tetap menjadi prioritas, meskipun hal ini masih membutuhkan waktu.

General Motors diprediksi akan menggunakan baterai buatan Cina dari produsen terbesar di dunia, CATL, untuk mobil listrik generasi berikutnya. Meskipun akan dihadapkan pada tarif sebesar 80%, namun skala dan keahlian CATL membuat ini masih merupakan pilihan ekonomis bagi GM. Sedangkan BMW, yang pemasok baterainya berasal dari AESC, berencana untuk mengimpor baterai dari pabrik mereka di China meskipun ada tarif AS. Kedua produsen mobil ini menghadapi tantangan dalam rantai pasokan baterai, tetapi pilihan mobil listrik bagi konsumen akan semakin beragam dengan hadirnya Chevy Bolt EV dan BMW Neue Klasse iX3.

Di sisi lain, di Cina, penjualan mobil listrik melambat setelah pemerintah mengintervensi perang harga yang terjadi di negara tersebut. Produsen mobil diminta untuk mengatur diri sendiri dan menghentikan penawaran diskon yang tidak masuk akal. Meski pertumbuhan penjualan masih positif, namun kurang dari tingkat biasanya, menunjukkan penurunan minat konsumen. Kondisi ini membuat pemain kecil di pasar mobil listrik mulai tertekan. Dengan dinamika pasar yang terus berubah, produsen mobil di Cina harus bijak dalam strategi penjualan mereka.

Source link