MBG and Kopdes Merah Putih: Pathways to End Poverty

by -172 Views

Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan program-program andalannya – Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) – yang disamakan dengan “jalur cepat” yang dibangun untuk mempercepat upaya pemberantasan kemiskinan. Alasannya: inisiatif-inisiatif ini memiliki potensi untuk menciptakan peluang kerja besar sambil memperkuat kemandirian ekonomi.

“Ini bukan hanya tentang mengurangi kemiskinan. Jika tujuannya hanya untuk mengatasi hal itu, bantuan sosial sudah cukup. Tetapi Presiden ingin rakyat menjadi mandiri secara ekonomi,” kata Kepala Badan Pendukung Penanggulangan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko dalam konferensi pers pada Kamis (14 Agustus).

Budiman menggunakan analogi sepak bola untuk menggambarkan pendekatan pemerintah: kaum miskin adalah pemain, dan Presiden ingin mereka memiliki kecakapan, kecerdasan, gizi yang baik, dan akses ekonomi yang luas. Peran pemerintah, katanya, adalah memastikan bola bergerak lancar dari pertahanan ke serangan – hingga “mencetak gol” dalam pemberantasan kemiskinan.

Menurut Budiman, Sekolah Rakyat berbasis asrama bertujuan untuk memutus siklus kemiskinan, sementara MBG dan Kopdes Merah Putih memberikan manfaat ekonomi bagi seluruh komunitas. Dapur MBG dan outlet ritel Kopdes diharapkan menciptakan jutaan lapangan kerja, dengan sektor-sektor hulu – seperti petani, UMKM, dan badan usaha milik desa (BUMDes) – juga menikmati peningkatan permintaan.

Wakil Kepala BP Taskin, Nanik S. Deyang menambahkan bahwa program-program ini memberi harapan nyata bagi rumah tangga miskin untuk meraih kemandirian. Sekolah asrama secara sengaja menjauhkan anak-anak dari lingkungan yang membatasi aspirasi, sementara operasi besar MBG menghasilkan “efek nilai” bagi para produsen lokal.

Dia mengutip contoh pabrik tahu dan tempe kecil: “Sebelum menyuplai dapur MBG, mereka mungkin hanya mempekerjakan satu pekerja. Sekarang, mereka bisa mempekerjakan lima atau enam. Hal yang sama berlaku untuk pedagang sayuran atau unggas.”

Di luar MBG, Nanik menyoroti peran Kopdes Merah Putih dalam memangkas perantara mahal dari rantai pasokan. Dengan Kopdes, harga tabung gas 3 kilogram dapat sesuai dengan tarif yang ditetapkan pemerintah, dan petani dapat mengakses pupuk dengan harga yang jauh lebih rendah – tanpa melalui lapisan agen, depo, dan koperasi.

“Kopdes juga membantu orang mendapatkan kredit yang terjangkau, membebaskan mereka dari pemberi pinjaman harian yang bersifat inkremental. Koperasi memberikan modal dengan syarat yang lebih ringan daripada bank,” katanya.

Source link