Prabowo Free Nutritious Meal Program: 290K Jobs, 1M Farmers Involved

by -143 Views

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh negeri. Dalam pidatonya di Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di gedung DPR di Jakarta pada hari Jumat (15 Agustus), Presiden menguraikan jangkauan program dan dampak ekonominya.

Sejak diluncurkan delapan bulan lalu, MBG telah melayani 20 juta penerima manfaat – mulai dari anak sekolah dan balita hingga ibu hamil dan ibu menyusui.

“Pagi ini, saya menerima laporan dari Badan Gizi Nasional yang menegaskan bahwa 20 juta anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui kini menerima makanan bergizi gratis setiap hari,” ujar Prabowo.

Hingga saat ini, program ini telah mendirikan 5.800 Unit Pelayanan Gizi (SPPG) di 38 provinsi. Program ini telah menciptakan 290.000 lapangan kerja dan melibatkan satu juta petani, nelayan, peternak, dan usaha kecil dan menengah.

“Meskipun program ini baru beroperasi selama delapan bulan, hasilnya sudah terlihat. Kehadiran sekolah telah meningkat, dan kinerja siswa semakin meningkat. Hingga saat ini, kami memiliki 5.800 SPPG di 38 provinsi. MBG telah menciptakan 290.000 lapangan kerja baru di dapur umum dan melibatkan satu juta petani, nelayan, peternak, dan UMKM. Ini mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan,” jelas Prabowo.

Beliau menekankan bahwa MBG bukan hanya inisiatif kesejahteraan sosial tetapi juga landasan strategis untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. “PBB telah mengatakan bahwa program-program seperti MBG merupakan investasi terbaik yang dapat dilakukan suatu bangsa,” katanya.

Presiden menyinggung tingkat kehadiran siswa yang lebih tinggi dan peningkatan kinerja akademis sebagai indikator awal kesuksesan.

Meski masih dalam tahap awal, pencapaian Indonesia sudah melampaui kecepatan banyak negara lain.

“Brasil memerlukan 11 tahun untuk mencapai 40 juta makanan bergizi gratis per hari. Kadang-kadang, kita harus menyadari bahwa bangsa kita memiliki kemampuan. Ketika rakyat kita memiliki kemauan, ada banyak hal yang bisa kita capai bersama,” ujarnya.

Sidang Tahunan dihadiri oleh para pemimpin lembaga negara, anggota DPR dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta seluruh kabinet.

Source link