Bos Mercedes Desak Eropa Batalkan Larangan Mesin Bensin: Dampaknya pada Industri Otomotif

by -179 Views

Beberapa minggu terakhir, CEO Mercedes menyampaikan prediksinya mengenai arah industri mobil di Eropa. Ola Källenius memperingatkan Uni Eropa untuk tidak terburu-buru dalam menegakkan larangan penjualan mobil dengan mesin pembakaran pada tahun 2035. Sebagai Presiden ACEA, Källenius mendesak Presiden Komisi Eropa untuk merefleksikan keputusan tersebut. Menurutnya, dunia telah berubah dengan cepat sehingga pelarangan ini harus ditinjau ulang.

Källenius percaya bahwa strategi dekarbonisasi harus lebih inklusif daripada hanya melarang mobil bensin baru. Dalam surat terbuka kepada Ursula von der Leyen, ia menegaskan bahwa target CO2 yang ketat dan pelarangan mesin pembakaran dapat merugikan progres industri. Sementara beberapa produsen mobil di ACEA setuju dengan Källenius, Kia justru mengambil sikap berlawanan. Marc Hedrich dari Kia Eropa bahkan menyebut bahwa mencabut larangan akan merugikan banyak pihak.

Uni Eropa memperbarui larangan 2035 pada awal tahun ini, memberikan produsen mobil sedikit kelonggaran dalam mencapai target emisi. Namun, target yang semakin ketat pada periode mendatang menantang seluruh industri otomotif. Konsekuensi dari larangan tersebut juga diakui berdampak global, mengubah strategi penjualan dan lingkup produk di seluruh dunia. Terlepas dari pro dan kontra, perdebatan ini terus berlanjut dan akan menjadi sorotan dalam Dialog Strategis tanggal 12 September mendatang.

Source link