Mimpi Baterai Mobil Listrik Volkswagen: Realitas atau Fantasi?

by -186 Views

Volkswagen Group telah berhasil mencapai tujuan panjangnya untuk menciptakan sel baterai standar yang akan digunakan di semua mobil listrik mereka. Pada acara IAA Munich, pameran otomotif terbesar di Eropa, VW mengumumkan kesuksesan pengembangan “sel terpadu” dan memberikan gambaran tentang rencana masa depan teknologi tersebut. Ide di balik pengembangan sel standar ini untuk mencapai skala ekonomi besar yang sangat diperlukan dalam industri mobil listrik, di mana kendala biaya baterai yang tinggi dan produksi terbatas telah menjadi tantangan bagi sebagian besar produsen. Terutama di Eropa, produsen mobil harus menghadapi aturan emisi yang semakin ketat sambil bersaing dengan mobil import berkualitas tinggi dari Cina.

Volkswagen Group meluncurkan sel terpadu barunya minggu ini bersamaan dengan sistem baterai cell-to-pack. Dengan pengembangan teknologi arsitektur listrik yang telah disarikan dari Rivian, VW menegaskan komitmen mereka untuk membangun baterai yang menjadi inti dari mobil listrik. Melalui anak perusahaannya, PowerCo, VW mengumumkan bahwa produksi seri sel prismatik akan dimulai dalam beberapa minggu di pabrik di Jerman, dengan rencana ekspansi produksi ke Spanyol dan Kanada pada tahun-tahun mendatang. Sel tersebut diharapkan akan memberi daya hingga 80% dari model mobil listrik VW Group mulai tahun 2030.

VW menekankan kebutuhan untuk menstandarisasi komponen baterai sebanyak mungkin, dengan sel terpadu yang dirancang untuk digunakan di seluruh merek mereka, termasuk Volkswagen, Škoda, Porsche, dan Audi. Selain digunakan dalam kendaraan di AS, Cina, dan Eropa, VW juga merencanakan penggunaan sel tersebut dalam peningkatan jarak tempuh dan penggunaan bahan kimia baterai yang berbeda-beda. Dengan berbagai pengembangan teknologi baterai termasuk penggunaan material nikel mangan kobalt (NMC) dan lithium iron phosphate (LFP), VW berada dalam tahap awal teknologi baterai yang lebih murah dan dapat disesuaikan dengan kendaraan besar maupun kecil.

Dalam upayanya mencapai tujuan ini, VW juga menerapkan teknologi cell-to-pack yang memungkinkan baterai langsung dimasukkan ke dalam kendaraan tanpa modul tambahan, yang berpotensi meningkatkan jangkauan dan menurunkan biaya produksi. VW tidak sendirian dalam pengembangan teknologi sel baterai ini, dengan Ford, Rivian, dan General Motors juga mengumumkan langkah serupa. VW juga berencana untuk memperluas penggunaan sel terpadu untuk digunakan dalam bank baterai stasioner yang disiapkan oleh Elli, perusahaan penyimpanan energi yang dimiliki oleh VW. Melalui inovasi ini, VW membuktikan komitmennya untuk menghadirkan teknologi baterai otomotif yang canggih dan berkelanjutan.

Source link