Mendorong Transisi ke Mobil Hidrogen: Toyota versus Diesel

by -185 Views

Para produsen mobil terus melihat hidrogen sebagai sumber bahan bakar alternatif yang menjanjikan meskipun investasi besar-besaran dalam kendaraan baterai-listrik. Toyota dengan 30 tahun pengalaman di bidang ini masih optimis bahwa hidrogen bisa menjadi solusi di masa depan. Dalam sebuah wawancara dengan Sean Hanley, wakil presiden Toyota Australia, ia menyatakan keyakinannya bahwa powertrain hidrogen bisa menggantikan diesel dalam waktu yang akan datang. Meskipun saat ini masih banyak yang meremehkan potensi hidrogen, Hanley yakin bahwa teknologi ini akan bisa menggantikan powertrain diesel di masa depan.

Sejarah pengembangan kendaraan bertenaga hidrogen sudah ada sejak abad ke-19, namun popularitas mesin bensin membuat penelitian tentang hidrogen merosot. General Motors meluncurkan Electrovan, mobil hidrogen pertama di tahun 1966, yang kemudian diikuti oleh Toyota dengan Mirai pada tahun 2014. Honda juga turut meramaikan pasar dengan FCX Clarity pada tahun 2008. Kendati begitu, infrastruktur yang diperlukan untuk kendaraan hidrogen masih minim terutama di Amerika Serikat.

Meskipun demikian, banyak produsen mobil terus berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi sel bahan bakar hidrogen. BMW, misalnya, merilis sistem sel bahan bakar generasi berikutnya dengan rencana massal pada tahun 2028. Sementara Stellantis memilih untuk mengakhiri investasinya dan menyebut hidrogen sebagai “segmen khusus”. Meski kontroversi mengelilingi teknologi ini, pengembangan sel bahan bakar hidrogen terus berlanjut dan menunjukkan bahwa potensi masa depan masih terbuka lebar.

Source link