Peminat otomotif sering berdebat bahwa mobil listrik tidak bisa memberikan sensasi berkendara yang menyenangkan seperti mobil berbahan bakar konvensional, namun BMW mungkin dapat membantah pendapat tersebut. Perusahaan asal Munich ini akan meluncurkan model M penuh tanpa mesin bensin pertamanya, dengan perkiraan perilisan M3 EV sekitar tahun 2028 yang akan menampilkan teknologi “Heart of Joy”.
Pemasaran ini mengacu pada salah satu dari empat “otak super” yang akan diperkenalkan BMW pada model Neue Klasse, dimulai dengan iX3. Teknologi ini merupakan gabungan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk meningkatkan performa kendaraan listrik.
Chief Technical Officer BMW, Joachim Post, mengungkapkan bahwa sistem yang akan dilengkapi pada model Neue Klasse akan memiliki daya komputasi 20 kali lebih cepat, meningkatkan kontrol sasis, kemampuan powertrain, dan stabilitas kendaraan. Meskipun BMW belum berkomitmen untuk menghasilkan mobil performa khusus, modularitas arsitektur memungkinkan hal tersebut menjadi mungkin.
Meskipun sejarah BMW menunjukkan ketidaktertarikan pada mobil sport sejati, perusahaan ini tetap berusaha untuk menawarkan kendaraan performa yang inovatif. BMW telah beberapa kali mencoba memproduksi mobil performa khusus, termasuk M Vision Next yang tidak berhasil diluncurkan karena kendala biaya dan pandemi COVID-19.
Dengan peluncuran mobil sport Neue Klasse diharapkan akan menjadi titik balik bagi BMW, meskipun fokus saat ini masih terpusat pada mobil berdaya tangguh tinggi seperti SUV dan sedan untuk meraih profitabilitas yang lebih besar. Meskipun ada optimismenya dengan kemungkinan peluncuran Skytop dan Speedtop M8 dengan harga €500.000, BMW masih harus meninjau permintaan pasar terhadap mobil listrik performa seperti model targa V-8 atau rem tembak.





