Peringatan G30S PKI: Tata Cara dan Makna Bendera Setengah Tiang

by -152 Views

Setiap tanggal 30 September, masyarakat Indonesia melaksanakan pengibaran bendera merah putih setengah tiang sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S PKI tahun 1965. Pengibaran bendera tersebut bukan hanya seremoni, melainkan juga menjadi pengingat sejarah kelam dan pelajaran bagi generasi penerus bangsa. Pengibaran bendera setengah tiang ini diatur dalam Surat Edaran Nomor 8417/MK.L/TU.02.023/2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Kebudayaan RI. Selain itu, mekanisme pengibaran bendera setengah tiang diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 mengenai Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan. Pengibaran tersebut dilakukan dengan menghormati para pahlawan revolusi, sambil menghadirkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Aturan tentang bendera setengah tiang tersebut tertuang dalam UU Nomor 24 Tahun 2009. Menurut Pasal 12 ayat (2) dari UU tersebut, bendera setengah tiang digunakan sebagai tanda berkabung. Ketentuan mengenai proses pengibaran dan penurunan bendera setengah tiang diatur dalam Pasal 14 ayat (2) dan (3) Undang-Undang tersebut. Selama prosesi pengibaran bendera, semua orang yang hadir harus memberikan penghormatan dengan berdiri tegak menghadap bendera. Pengibaran dan penurunan bendera setengah tiang dilakukan dengan cermat, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengibaran bendera setengah tiang pada 30 September simbolis pelaksanaan dukacita dan penghormatan, sementara pengibaran penuh pada 1 Oktober menggambarkan kebangkitan dan keteguhan bangsa Indonesia dalam menjaga ideologi Pancasila. Peristiwa G30S PKI pada tahun 1965 menjadi titik balik sejarah Indonesia dan peringatan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta menjaga keutuhan bangsa Indonesia.(mem /mod)

Source link