Sebuah peristiwa tragis menimpa keluarga pelajar berusia 17 tahun yang tewas tenggelam di Cengkareng, Jakarta Barat. Keluarga korban menegaskan bahwa MAM, demikian inisialnya, bukanlah tipe anak yang terlibat dalam tawuran. Kakak sulung korban, Candera Aferiadi, menggambarkan adiknya sebagai anak yang pendiam, bertanggung jawab, dan sangat sayang pada ibunya. Dia menjelaskan bagaimana ia pertama kali mendapat kabar tentang kepergian adiknya, yang datang dari seorang hansip pada pukul 17.00 WIB. Setelah melihat foto korban, Candera langsung menuju lokasi kejadian yang sudah dipenuhi oleh polisi dan petugas Damkar.
Menurut informasi dari keluarga, korban berada di lokasi bersama teman-temannya sebelum insiden terjadi. Kabar tersebar bahwa ia tengah berusaha menghindari keributan yang melibatkan pelajar lain dan akhirnya terjatuh ke dalam kali saat berusaha melarikan diri. Candera pun merasa ada kejanggalan di lokasi kejadian, di mana warga yang seharusnya menjadi saksi nampak seperti menyembunyikan sesuatu. Ia menyoroti bahwa tubuh adiknya ditemukan dalam keadaan utuh tanpa luka, yang menimbulkan kecurigaan terhadap kejadian tersebut.
Sebelumnya, Kepolisian menyampaikan bahwa remaja berinisial MAM melarikan diri bersama seorang temannya ke Kali Green Court setelah terlibat tawuran di kawasan Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom menjelaskan bagaimana korban dan temannya panik dan akhirnya melarikan diri ke kali untuk menghindari kejaran warga. Keluarga korban menegaskan bahwa mereka ingin kebenaran atas kepergian sang adik dan berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.





