Ferrari Percaya Potensi Mesin Bensin Masih Tidak Tercapai

by -185 Views

Ferrari baru-baru ini membuat gebrakan besar dengan mengungkapkan spesifikasi teknis awal untuk mobil listrik pertamanya yang diberi nama “Elettrica”. Meskipun demikian, hal ini tidak berarti bahwa mobil berbahan bakar konvensional akan segera digantikan. Sebaliknya, Ferrari justru berencana untuk menggandakan penggunaan mesin pembakaran internal (ICE).

Di tahun 2022, Ferrari meramalkan bahwa hanya 20 persen dari produknya akan menggunakan mesin pembakaran murni pada akhir dekade ini. Namun, strategi terbaru mereka menunjukkan bahwa pangsa ICE akan meningkat menjadi 40 persen dari total portofolio pada tahun 2030. Meskipun begitu, mobil hibrida akan tetap mengambil 40 persen dari pangsa tersebut.

Ferrari tetap setia pada para penggemar loyal mereka yang masih mendukung penggunaan ICE. Mereka akan terus melakukan peningkatan pada mesin gas untuk meningkatkan kinerja dan efisiensinya, serta mematuhi peraturan emisi yang semakin ketat. Ernesto Lasalandra, Kepala Riset & Pengembangan, mengungkapkan komitmen Ferrari terhadap drivetrains tradisional dengan terus mengembangkan mesin V-6, V-8, dan V-12.

Ferrari juga berfokus pada inovasi untuk meningkatkan kinerja mesinnya. Mereka tertarik pada penggunaan bahan bakar sintetis dan bahan bakar alternatif seperti bahan bakar elektrik jika teknologi tersebut semakin berkembang secara global. Meskipun Ferrari mulai melirik mobil listrik, mereka masih menawarkan berbagai pilihan model V-6, V-8, dan V-12 bagi para penggemarnya yang setia.

Dalam beberapa tahun ke depan, Ferrari berencana untuk merilis sekitar 20 mobil baru antara tahun 2026 dan 2030, membuatnya menjadi periode tersibuk dalam sejarah perusahaan. Meskipun regulasi emisi yang lebih ketat menjadi tantangan, Ferrari yakin bahwa mereka dapat menciptakan pengalaman mengemudi yang mendebarkan bagi para konsumen. Semua ini menunjukkan bahwa Ferrari tetap berada di garis depan dalam menghadapi perubahan industri otomotif global.

Source link