Permasalahan Plug-In Hybrid yang Sering Muncul

by -275 Views

Sebuah studi baru menemukan bahwa produsen mobil terbesar di dunia sedang menghindari denda emisi Uni Eropa senilai miliaran dolar karena kekurangan prosedur pengujian WLTP. Sistem pengujian WLTP memungkinkan produsen mobil untuk menjual lebih sedikit mobil listrik dan lebih banyak mobil hibrida plug-in (PHEV) di Eropa antara tahun 2021 dan 2023. Namun, kekurangan dalam prosedur pengujian ini telah menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca dan biaya tambahan untuk pengemudi PHEV yang mengandalkan bahan bakar fosil alih-alih mengisi daya. Studi diterbitkan oleh Transport & Environment, sebuah kelompok advokasi transportasi bersih di Eropa, yang menyoroti bagaimana emisi resmi untuk beberapa PHEV dari produsen seperti Mercedes-Benz, Volkswagen, dan BMW jauh lebih rendah daripada emisi sebenarnya mereka. Hal ini menyebabkan produsen mobil menghemat biaya denda miliaran dollar sekaligus meningkatkan emisi CO2 yang seharusnya dapat dikurangi.

PHEV, meskipun dirancang untuk menjadi lebih efisien dalam hal emisi dan biaya bahan bakar, masih memiliki masalah terkait kebiasaan pengisian daya pemilik. Data menunjukkan bahwa pemilik PHEV di Eropa jarang mengisi daya baterai dengan benar, yang mengakibatkan emisi yang sama atau lebih tinggi daripada mobil bensin dan diesel konvensional. Produsen mobil juga memiliki sedikit data tentang bagaimana pengendara mengisi daya PHEV mereka, yang berdampak pada estimasi emisi resmi yang terlalu optimis dibandingkan dengan kenyataan dunia nyata. Komisi Eropa sekarang sedang berusaha untuk memperbaiki kekurangan dalam pengujian WLTP dengan merencanakan koreksi bertahap untuk mencerminkan angka emisi yang lebih akurat.

Meskipun PHEV masih populer, terutama di Cina, ada pengakuan bahwa perbaikan perlu dilakukan dalam hal transparansi produsen mobil tentang penggunaan mobil dan pengisian daya yang benar. Dengan koreksi yang diimplementasikan oleh Komisi Eropa dan upaya lebih lanjut untuk mendidik pemilik PHEV tentang cara penggunaan yang efisien, diharapkan dampak negatif PHEV terhadap lingkungan dan kantong pengemudi dapat dikurangi. Semua pihak, termasuk produsen mobil dan pemilik PHEV, memiliki peran penting dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Source link