Masa Depan Impor Mobil AS ke Jepang

by -147 Views

Selama musim panas ini, terdapat laporan mengenai kemungkinan Jepang dan Amerika Serikat telah menyelesaikan kesepakatan perdagangan, akan tetapi rupanya negosiasi ini masih dalam tahap yang belum final. Bukan hanya itu, pasar domestik Jepang sepertinya akan segera melihat kehadiran mobil-mobil buatan Amerika. Berdasarkan laporan NHK pekan lalu, Presiden Toyota Sato Koji menyatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk mengimpor model mobil Amerika ke Jepang. Meskipun Toyota belum merincikan model kendaraan yang akan diimpor, namun perusahaan tersebut dikabarkan tengah mengeksplorasi opsi tersebut.

Selain Toyota, Nissan juga sedang mempertimbangkan untuk mengimpor kendaraan buatan Amerika Serikat, termasuk kemungkinan model seperti Murano dan Pathfinder. Eiichi Akashi, kepala teknisi Nissan, menyebutkan bahwa kedua model tersebut menjadi kandidat yang potensial karena terdapat permintaan di Jepang untuk kendaraan yang lebih besar. Namun, selain masalah tarif, Nissan juga tengah menghadapi kendala finansial yang signifikan, sehingga perusahaan ini terpaksa melakukan pemangkasan pekerjaan dan menghentikan operasional beberapa pabrik.

Sebagai upaya perbaikan, Nissan telah mengganti CEO-nya dan tengah mencari solusi untuk masalah kurangnya pemanfaatan pabrik di Amerika Serikat. Pilihan terakhir Nissan adalah untuk meningkatkan produksi kendaraannya sendiri atau mencari mitra kerja sama dengan produsen mobil lain seperti Honda atau Mitsubishi. Di sisi lain, Jepang juga sedang mempertimbangkan untuk mempermudah proses pembelian kendaraan buatan AS bagi produsen mobilnya dengan menyederhanakan proses sertifikasi keselamatan.

Kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Asia di awal pekan ini diprediksi akan menjadi momentum para produsen mobil Jepang untuk mempresentasikan rencana masa depan mereka. Perjanjian perdagangan antara kedua negara pada bulan Juli lalu telah menetapkan tarif impor sebesar 15 persen untuk kendaraan Jepang, turun dari 25 persen yang sebelumnya diusulkan. Selain itu, kesepakatan ini juga mencakup rencana investasi Jepang sebesar $550 juta di Amerika Serikat.

Source link