Menulis tentang baterai solid-state telah menjadi topik yang menarik perhatian produsen mobil dan para pengamat industri. Meskipun aplikasi pasar massal belum terwujud, para pembuat baterai terus membuat klaim-klaim yang menarik. Toyota, misalnya, mengklaim bahwa baterai solid-state yang mereka kembangkan bisa bertahan selama 40 tahun, jauh melebihi rata-rata usia kendaraan penumpang di Amerika Serikat pada tahun 2025. Presiden Pusat Pengembangan Teknik Lanjutan Netral Karbon Toyota, Keiji Kaita, menjelaskan bahwa meskipun biaya awalnya mungkin lebih tinggi, baterai solid-state ini akan menutupi perbedaan tersebut dengan usia pakai yang lebih panjang.
Selain itu, baterai solid-state diyakini dapat memberikan jarak tempuh yang lebih jauh, mengurangi berat kemasan, dan meningkatkan keamanan sel. Baterai ini juga akan lebih cepat terisi dan lebih tahan lama. Berbagai produsen baterai, termasuk Solid Power dan Samsung SDI, telah melaporkan perkiraan tentang berapa lama baterai solid-state dapat bertahan, sering kali dengan siklus pengisian daya yang lebih tinggi daripada baterai konvensional.
Toyota telah bermitra dengan berbagai pemasok untuk mewujudkan baterai solid-state ini. Perusahaan telah merencanakan aplikasi pertama baterai solid-state tersebut, dan beberapa menyebut kemungkinan penggunaan pada model mobil hibrida atau mobil sport. Toyota telah berjanji untuk merilis baterai solid-state ini dalam waktu yang lama, dan jika klaim tersebut terbukti benar, pasar mobil listrik dapat mengalami perubahan yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang.





