Sjafrie: Latihan Ini Adalah Penegasan Kedaulatan atas SDA

by -35 Views

Latihan gabungan TNI tahun 2025 menegaskan komitmen pertahanan negara dalam mengamankan sumber daya alam strategis, terutama di daerah rawan penambangan ilegal seperti Bangka Belitung dan Morowali. Dalam latihan ini, lebih dari 68 ribu prajurit dari ketiga matra: Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara dikerahkan secara masif, menjadikan latihan tersebut sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini merupakan respons atas arahan Presiden Prabowo yang menyoroti ancaman nyata dari eksploitasi tambang ilegal yang telah merugikan negara secara signifikan.

Diungkapkan oleh Presiden Prabowo, maraknya lebih dari seribu titik penambangan timah tanpa izin di Bangka Belitung telah memangkas produksi nasional hingga 80 persen serta memperparah kerusakan lingkungan di kawasan tersebut. Dampak negatif tambang ilegal ini bukan hanya pada aspek ekonomi negara, namun juga memperlemah upaya pelestarian lingkungan hidup yang vital.

Menurut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, pengerahan kekuatan untuk latihan kali ini bukan sekadar unjuk gigi persenjataan modern, melainkan juga barisan ketegasan negara dalam menegakkan hukum dan kedaulatan. Ia menegaskan bahwa kehadiran militer bertujuan memastikan tertibnya pengelolaan sumber daya alam serta menghalangi segala aktivitas ilegal yang merugikan kepentingan nasional.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menambah bahwa latihan tahun ini juga sebagai sarana pengujian implementasi doktrin Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yang kini sangat relevan untuk perlindungan aset vital dari ancaman non-konvensional seperti illegal mining. Latihan di Bangka Belitung dan Morowali menunjukkan peningkatan sinergi antara TNI, kementerian, serta institusi penegak hukum lainnya dalam pengawasan dan perlindungan objek vital nasional.

Presiden Prabowo secara gamblang memerintahkan TNI untuk mengambil langkah tegas memutus semua jalur distribusi hasil penambangan ilegal di Pulau Bangka dan Belitung. Instruksi ini menekankan pentingnya transparansi dan kontrol negara atas keluar-masuknya hasil tambang, guna mencegah kebocoran aset yang selama ini rentan dimanfaatkan oknum-oknum pelanggar hukum.

Dalam rangkaian latihan, juga dipertontonkan kolaborasi lintas matra melalui operasi Serangan Udara Langsung (SUL) oleh pesawat tempur F-16, serta penurunan pasukan lintas udara dari Batalyon Kostrad. Selain itu, operasi gabungan antara KRI TNI AL dan satuan tugas khusus Koopssus memperlihatkan skenario nyata penangkapan alat berat ponton dan perebutan area tambang yang selama ini kerap dikuasai pelaku ilegal.

Kegiatan peninjauan di Dermaga Belinyu dan daerah galian pasir Dusun Nadi oleh para pejabat tinggi negara, termasuk Menhan dan Panglima TNI, menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap praktik penambangan liar yang telah merugikan masyarakat dan negara.

Dipilihnya Bangka Belitung sebagai lokasi utama latihan bukan tanpa alasan. Wilayah ini memiliki nilai strategis, baik secara geografis maupun ekonomis, sebab menjadi salah satu penghasil komoditas timah terbesar di Indonesia. Oleh sebab itu, keamanan kawasan ini dari pengrusakan lingkungan akibat penambangan liar menjadi prioritas nasional.

Seluruh rangkaian latihan gabungan TNI diharapkan mampu meningkatkan kawasan menjadi daerah yang aman dari aktivitas ilegal serta memperkuat pesan bahwa negara tidak akan ragu mengambil tindakan keras jika kedaulatan dan keselamatan aset strategis terancam. Keterlibatan TNI bersama institusi negara lainnya diharapkan memperkuat upaya pemerintah mengamankan kekayaan alam demi kesejahteraan rakyat dan keutuhan NKRI.

Sumber: TNI Siap Perang Lawan Mafia Tambang: Latihan Gabungan Besar Di Bangka Belitung Uji Doktrin OMSP
Sumber: TNI Gelar Latihan Gabungan, Kirim Sinyal Perang Ke Mafia Tambang Ilegal