Publik Kritik Pejabat yang Dianggap Berperan dalam Deforestasi

by -17 Views

Musibah banjir dan tanah longsor baru-baru ini menyebabkan kerusakan parah di berbagai daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain menewaskan belasan orang, dampak lainnya adalah terputusnya akses transportasi dan komunikasi. Menghadapi situasi ini, Pemerintah Aceh langsung mengambil langkah cepat dengan menetapkan status darurat bencana selama dua minggu, yakni sejak 28 November hingga 11 Desember 2025.

Namun demikian, di tengah upaya penanggulangan bencana, sebagian masyarakat di media sosial malah mengaitkan bencana banjir dengan kebijakan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan saat ini. Beberapa postingan viral di dunia maya mengaitkan namanya dengan kebijakan masa lalu yang dianggap berpengaruh pada kondisi lingkungan sekarang.

Salah satu akun yang menarik perhatian ialah Balqis Humaira di Instagram. Dalam postingannya, dia terang-terangan menyebut Zulkifli Hasan sebagai sosok pejabat yang punya andil atas terjadinya bencana semacam ini. Menurut Balqis, banjir yang menenggelamkan kampung-kampung, serta longsor yang menghancurkan pemukiman, adalah akibat dari keputusan dan legalisasi yang dilakukan oleh para pejabat demi pelaksanaan regulasi dan pemberian izin.

Isu deforestasi yang melibatkan Zulkifli Hasan memang bukan perdebatan baru. Masa jabatannya sebagai Menteri Kehutanan dari 2009 hingga 2014, sempat menuai kontroversi dari berbagai kalangan, khususnya para aktivis lingkungan. Salah satu kasus yang selalu dikaitkan yaitu perubahan drastis pada Taman Nasional Tesso Nilo di Riau, yang disebut-sebut sebagian besar areanya kini telah berubah fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit yang beroperasi tanpa izin resmi.

Balqis juga menjelaskan dalam unggahan tersebut bahwa hancurnya kawasan hutan telah menghilangkan fungsi penyangga ekosistem. “Hutan seluas 83 ribu hektare itu sekarang hanya tinggal kenangan. Serbuan sawit ilegal dari berbagai penjuru, penebangan liar tidak terkendali,” kata Balqis menegaskan.

Dampaknya, kata Balqis, bencana alam seperti banjir dan longsor makin sulit dicegah karena kehilangan tutupan hutan yang seharusnya menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, masyarakat di dunia maya kembali menggali rekaman lama. Salah satu video dokumenter tahun 2013 menampilkan aktor Hollywood, Harrison Ford, yang saat itu mempertanyakan kinerja Zulkifli Hasan mengenai pengelolaan hutan di Indonesia. Dalam video tersebut, Ford menegur pemerintah Indonesia yang dianggap gagal mengendalikan deforestasi, khususnya di kawasan Tesso Nilo. Video rekaman ini sekarang beredar luas sebagai pengingat di tengah maraknya bencana yang terjadi.

Misalnya, akun @voxnetizens juga mengangkat isu bahwa bencana di Sumatera terjadi bukan semata-mata karena faktor alam, tetapi akibat kebijakan manusia yang merusak lingkungan. Mereka menyoroti bagaimana pembukaan lahan secara ilegal dan keuntungan ekonomi besar-besaran lebih banyak dinikmati segelintir pihak saja. “Ini jelas akibat ulah manusia, bukan semata-mata amarah alam. Perusahaan sawit yang semakin kaya, dan kebijakan yang melegalkan kerusakan lingkungan, semua itu perbuatan manusia,” tulis akun tersebut.

Beragam reaksi dan tuntutan warganet ini memperlihatkan kekecewaan publik pada kebijakan lingkungan di masa lalu, serta harapan agar kejadian serupa tak terulang dan penanganan bencana dapat dilakukan secara menyeluruh.

Sumber: Zulkifli Hasan Disorot Soal Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Teguran Harrison Ford Soal Kerusakan Hutan
Sumber: Zulkifli Hasan Dituding Jadi Penyebab Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Momen Zulhas Diomeli Harrison Ford Soal Rusaknya Hutan