Beberapa bulan yang lalu, kabar beredar bahwa KTM berencana untuk menghentikan produksi supercar X-Bow. Super car ringan ini memiliki desain mirip dengan Ariel Atom, tetapi kurang diminati daripada Atom. Penjualan X-Bow menurun, dan sepertinya proyek ini akan dihentikan seiring kondisi keuangan KTM dan restrukturisasi di bawah Bajaj. Namun, sekelompok pemilik dan investor menyelamatkan X-Bow dengan rencana untuk melanjutkan produksi, suku cadang, dan layanan penjualan.
Setelah proses pengalihan kepemilikan, kelompok di balik X-Bow kembali dengan proyek baru yang mengejutkan. Mereka tidak hanya merilis model baru X-Bow, tetapi juga membangun mobil untuk bersaing dalam ajang Dakar, didukung oleh X-Bow. Mobil ini berdasarkan platform reli milik G Rally Team, yang akan diluncurkan pada Reli Dakar 2026 dengan nama “KTM X-Bow yang didukung oleh G Rally Team”.
Proyek ini menarik perhatian khalayak karena merupakan proyek off-road pertama dari KTM X-Bow. Langkah ini menunjukkan investasi KTM dalam dunia reli dengan menggunakan platform G Rally Team untuk proyek global yang ambisius. Harapan masa depan X-Bow pun semakin membesar, dengan spekulasi tentang pengembangan versi produksi off-road yang dapat diakses oleh konsumen. Diharapkan, X-Bow akan menjadi pesaing di Kejuaraan Reli Dunia (W2RC) tahun 2026.
Rilis resmi juga menegaskan keterlibatan KTM dalam proyek ini dan menampilkan dua kendaraan G-ECKO yang akan bersaing di Kejuaraan Reli Dunia. Semua ini menimbulkan antusiasme dan harapan akan kehadiran X-Bow yang lebih luas di dunia otomotif. Bukan hanya sebagai supercar, tetapi juga sebagai model off-road yang dapat dinikmati oleh konsumen. Semua mata tertuju pada langkah selanjutnya dari KTM X-Bow.





