Kepolisian menyatakan bahwa tidak ada korelasi antara kebakaran Ruko Terra Drone dengan penghilangan data terkait bencana alam di Sumatera. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra menegaskan bahwa tidak ada indikasi sabotase terkait kebakaran tersebut. Informasi yang beredar di media sosial tentang kemungkinan sabotase dianggap sebagai spekulasi belaka. Penyidik memastikan bahwa pemeriksaan dan penyelidikan dilakukan berdasarkan fakta yang ada, terutama karena ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Meskipun terdapat asumsi bahwa kebakaran Ruko Terra Drone berkaitan dengan bencana alam di Sumatera, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyatakan bahwa penyidik yang menangani kasus bencana alam belum berkomunikasi terkait isu ini. Belum ada permintaan atau koordinasi dari tim penyidik bencana alam di Sumatera terkait peristiwa kebakaran tersebut.
Penyebab kebakaran yang menewaskan 22 orang di Ruko Terra Drone diduga akibat jatuhnya baterai drone yang menyebabkan percikan api. Dua saksi kunci telah memberikan keterangan yang memberikan gambaran tentang proses terjadinya kebakaran. Baterai drone yang jatuh berukuran 30.000 mAh dan dikatakan timbunan dalam empat susun. Kejadian itu mengakibatkan baterai tersebut mengeluarkan percikan api yang menjadi pemicu kebakaran yang mengakibatkan 22 orang meninggal dunia. Seluruh informasi ini merupakan hasil pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Penting untuk mencatat bahwa informasi ini dikutip dari sumber asli dan perlu dihormati hak cipta dari Kantor Berita ANTARA. Tidak diperkenankan menggunakan konten ini tanpa izin tertulis dari pihak berwenang.





