Bryan Domani, aktor yang membintangi film Para Perasuk, berbagi pengalaman menariknya dalam menghadapi tantangan terbesar selama proses syuting. Salah satu tantangan yang dihadapi Bryan adalah dalam memainkan alat musik tamtam yang menjadi elemen penting dalam beberapa adegan kunci film tersebut. Dalam konferensi pers di Jakarta, Bryan menjelaskan bahwa memainkan tamtam membutuhkan tenaga, kontrol ritme, dan konsentrasi penuh. Hal tersebut semakin rumit karena Bryan harus mengikuti alur musik yang abstrak sambil tetap menjaga base note sebagai fondasi tempo.
Proses belajar memainkan tamtam tidak hanya melibatkan teknik pukulan, tetapi juga sinkronisasi dengan dialog dan emosi adegan. Bryan mengungkapkan bahwa setelah latihan intensif, kebiasaan menjaga tempo bahkan terbawa ke aktivitas sehari-harinya. Berkat arahan sabar dari Mas Baga, pelatih musik dalam produksi, serta dukungan penuh dari tim departemen musik dan penyutradaraan, proses belajar Bryan berlangsung lebih mudah.
Film Para Perasuk sendiri mengisahkan tentang sebuah desa fiksi yang menggelar tradisi kerasukan roh sebagai pesta komunal. Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, film ini dibintangi oleh Maudy Ayunda, Angga Yunanda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan Anggun C. Sasmi. Film Para Perasuk dijadwalkan tayang perdana di Sundance Film Festival 2026 sebelum dirilis di bioskop-bioskop Indonesia.





