Regina Diya Azzahra (19), seorang mahasiswi Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) asal Bandung, telah menjadi wajah baru dalam dunia aktivisme dan pemberdayaan. Selain fokus pada studinya, Regina juga aktif menyuarakan isu lingkungan dan hak anak.
Perjalanan Regina menuju gelar Runner Up 2 Putri Padjadjaran 2025 bukan hanya sekedar kontes kecantikan. Regina memulai perjalanannya dengan keyakinan bahwa suara seorang anak muda, terutama perempuan, memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan. Dia juga aktif sebagai aktivis Save the Children Indonesia dan UNICEF Indonesia, memperjuangkan isu keberlanjutan dan hak asasi anak.
Regina juga menggagas gerakan advokasi yang dinamakan “Sustainergy AgroAction” yang memadukan lingkungan, keberlanjutan, dan pemberdayaan remaja. Konsep ini berfokus pada energi berkelanjutan dan aksi nyata di bidang agroindustri untuk mendukung praktik ramah iklim serta mengurangi food waste.
Selain meraih gelar Runner Up 2 Putri Padjadjaran 2025, Regina juga aktif sebagai anggota Child Campaigner Jawa Barat dari Save the Children. Pengalaman dan prestasinya meliputi menjadi narasumber global dalam konferensi internasional Ending Violence Against Children (EVAC) dan Delegasi Indonesia Child Conference 2022.
Regina menilai bahwa tantangan terbesar bagi generasi muda saat ini adalah menyeimbangkan literasi dan komitmen serta menjadikan wacana menjadi aksi nyata. Regina berpesan agar generasi muda berani bertindak dengan langkah kecil yang konsisten, seperti mengurangi food waste, mendukung produk lokal, menjaga lingkungan, dan bersuara ketika ada ketidakadilan.
Dia meyakini bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Regina menekankan bahwa tidak perlu sempurna, yang penting adalah berani memulai dan bertahan.





