Mesin rotari Wankel telah menjadi legenda dalam dunia otomotif, dikenal sebagai motor ringkas, bertenaga besar, dan sangat halus dengan rotor segitiga tunggal sebagai intinya. Mazda telah menjadi pionir dalam penggunaan mesin Wankel ini dalam berbagai kendaraan, mulai dari Cosmo, RX-7, hingga mobil balap 787B. Namun, sebuah terobosan terbaru muncul dari Cina, dengan perusahaan Changan yang mengembangkan mesin rotari baru yang dinamakan R05E, menjadi mesin rotari bertenaga tinggi pertama yang dikembangkan di wilayah tersebut.
Mesin ini, menurut laporan Car News China, akan digunakan dalam kategori “ekonomi ketinggian rendah”, seperti drone, eVTOL (pesawat lepas landas dan pendaratan vertikal elektrik), dan kemungkinan mobil terbang di masa depan. Changan percaya bahwa ekonomi ketinggian rendah akan menjadi bagian penting dari industri dengan nilai hingga ¥3,5 triliun ($490 miliar) pada tahun 2035. Mesin rotari dipilih karena kehalusan, ukuran kecil, keheningan, dan rasio power-to-weight yang lebih baik dibandingkan dengan powertrain gas atau bahkan beberapa powertrain listrik.
Mesin R05E memiliki tenaga sebesar 71 tenaga kuda dan bisa berputar hingga 6.500 rpm, dengan versi yang lebih bertenaga sedang dikembangkan. Menggunakan casing aluminium cor dengan lapisan anti-gesekan komposit nanodiamond, mesin ini didesain untuk mengoptimalkan performa dan efisiensi energi. Mesin ini, meskipun dikembangkan oleh Changan, menariknya tidak melibatkan Mazda, meskipun Changan memiliki kemitraan strategis dengan produsen mobil Jepang ini di Cina.
Belum jelas apakah mesin rotari ini akan digunakan dalam mobil produksi, namun potensinya untuk digunakan dalam pemanjang jarak tempuh dapat menjadi alternatif menarik. Apakah teknologi ini akan diaplikasikan dalam produk-produk Mazda di masa depan, masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab. Orang-orang berharap bahwa hasil pengembangan mesin rotari ini dapat memberikan dampak positif pada industri otomotif secara keseluruhan.





