MTV telah memutuskan untuk menutup lima saluran musik di Inggris dan Irlandia sebagai bagian dari restrukturisasi besar yang dilakukan oleh induk perusahaannya, Paramount Global. Lima kanal yang dihentikan operasinya meliputi MTV Music, MTV 80s, MTV 90s, Club MTV, dan MTV Live. Meski saluran utama MTV tetap beroperasi, namun dengan fokus pada program realitas daripada format musik seperti yang selama ini dikenal. Perubahan ini mencerminkan pergeseran penonton ke platform digital, di mana video musik lebih banyak dikonsumsi melalui YouTube, TikTok, dan media sosial lainnya. Para pengamat media menilai bahwa model bisnis lama MTV sulit dipertahankan dengan penurunan jumlah penonton TV linear dan dominasi platform digital.
Paramount Global yang menargetkan penghematan biaya global hingga 500 juta dolar AS, menganggap penghentian operasional saluran musik sebagai bagian dari strategi efisiensi yang diperlukan. Selain faktor biaya, penurunan signifikan penayangan video musik di televisi juga menjadi alasan utama penutupan saluran. Dampak dari penutupan ini terhadap industri video musik juga terasa, di mana seorang sutradara video musik asal Inggris menyebut bahwa MTV merupakan etalase utama untuk karya visual musisi. Kini, anggaran produksi harus dialokasikan ke berbagai platform, termasuk format video pendek di media sosial, yang menuntut pendekatan kreatif yang berbeda.





