Norwegia menjadi contoh yang menonjol dalam transisi ke kendaraan listrik, dengan hampir mencapai tujuannya untuk tidak lagi menambah mobil bensin baru di jalan-jalannya pada tahun 2025. Negara ini telah berhasil meningkatkan penetrasi mobil listrik, dimana sekitar 95,9% dari total penjualan mobil di Norwegia adalah kendaraan listrik murni. Meskipun Uni Eropa telah menunda larangan penjualan mobil berbahan bakar minyak hingga tahun 2035, Norwegia tetap berkomitmen untuk mencapai tujuan ini jauh sebelum negara-negara Eropa lainnya.
Selain insentif pajak bagi kendaraan listrik, pajak yang semakin tinggi untuk mobil berbahan bakar konvensional juga turut mendorong popularitas kendaraan listrik di Norwegia. Kombinasi antara biaya pendaftaran yang tinggi dan pajak bahan bakar yang mahal membuat mobil berbahan bakar kurang ekonomis dibandingkan mobil listrik, sehingga banyak warga Norwegia beralih ke mobil listrik.
Norwegia bukan satu-satunya negara di Eropa yang merangkul mobil listrik, dengan negara-negara Nordik lainnya juga menunjukkan tingkat adopsi yang tinggi. Denmark, Swedia, dan Finlandia juga mengalami peningkatan signifikan dalam penjualan mobil listrik. Menariknya, Norwegia hampir mencapai targetnya pada tahun 2017 untuk sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik pada tahun 2025, melampaui rata-rata Uni Eropa yang hanya sekitar 17%.
Dengan pembebasan pajak yang berpusat pada mobil listrik berharga lebih rendah, Norwegia dapat mengalami pergeseran dalam preferensi pembelian kendaraan. Tahun 2026 mungkin menjadi tahun yang menarik untuk mengamati bagaimana tren penjualan kendaraan listrik di negara ini akan berkembang lebih lanjut. Ada potensi untuk meningkatkan penjualan mobil listrik yang lebih kecil dan terjangkau yang sebelumnya mungkin tidak dipertimbangkan oleh konsumen. Dengan semakin banyak pilihan mobil listrik yang tersedia, Norwegia bisa mengalami perubahan dalam ukuran dan jenis kendaraan listrik yang dibeli oleh masyarakatnya.





