Pertarungan penjualan mobil listrik sedunia memiliki suasana yang baru saat ini. BYD, sebuah raksasa dari Cina, berhasil mengungguli Tesla dalam penjualan mobil listrik pada tahun 2025, mengakhiri dominasi Tesla selama lebih dari satu dekade. BYD berhasil menjual 2,26 juta mobil listrik, sementara Tesla hanya mampu menjual 1,64 juta mobil listrik. Hal ini menandai pertama kalinya Tesla dikalahkan dalam penjualan mobil listrik murni. Sebelumnya, BYD berhasil melampaui Tesla dalam penjualan mobil global karena portofolio produknya yang lebih luas, yang meliputi hibrida plug-in. Meskipun Tesla lebih fokus pada pengembangan mobil otonom, BYD tampil sebagai pemain yang menyaingi Tesla dengan kehadiran global yang kuat.
BYD berhasil meraih sukses dalam ekspansi internasional yang besar, terutama di Eropa, Amerika Latin, Jepang, dan Timur Tengah. Perusahaan ini terus mengembangkan teknologi terbaru, termasuk platform pengisian daya cepat EV lima menit. Sementara itu, Tesla, meskipun masih menjadi pemimpin dalam penjualan di beberapa negara, mengalami penurunan penjualan dan dua kali gagal meluncurkan mobil sport Roadster baru. Citra kontroversial Elon Musk, serta politiknya yang vokal, telah memberikan dampak negatif pada penjualan Tesla di berbagai pasar. Meskipun kedua perusahaan memiliki visi masa depan yang berbeda, BYD tetap menjadi pesaing kuat bagi Tesla di industri mobil listrik global. Penjualan BYD yang melejit menunjukkan bahwa perlombaan mobil listrik telah berkembang lebih dari sekadar satu perusahaan dan menawarkan persaingan yang sehat dalam industri otomotif.





