Film “Sayap Garuda” karya anak Malang membuat gebrakan dengan tayang perdana di Mopic Cinemas Malang, dan disambut antusias pengunjung serta tokoh-tokoh penting Kota Malang. Walikota Wahyu Hidayat memberikan apresiasi yang tinggi untuk film ini, menyebutnya penuh makna moral dan pembelajaran yang perlu diperhatikan. Para pemain film, sebagian besar generasi muda Kota Malang, dan teman-teman penyandang disabilitas diharapkan bisa memberikan dorongan bagi industri perfilman di Kota Malang. Film yang mengusung tema “Anti Bullying” ini memadukan budaya Indonesia, khususnya pencak silat, sebagai bentuk untuk memberantas fenomena bullying. Dengan lokasi syuting di beberapa titik ikonik Malang Raya, film ini juga diharapkan dapat memajukan pariwisata di kota tersebut. Para pemain termasuk Zahwa Malabar, yang berperan sebagai Alana, merasakan tantangan dalam pembelajaran silat untuk mendalami peran mereka. Sutradara Tarmizi Abka berharap film ini bisa menjadi kampanye sosial untuk menghentikan bullying di kalangan pelajar, sambil mendorong Malang sebagai kota kreatif di bidang perfilman. Respon positif dari masyarakat, termasuk dari pemeran pendukung Andrea dan Dinda, memotivasi para pembuat film untuk menyebarkan pesan tentang anti-bullying. Wali Kota Malang menyerukan agar film ini ditonton oleh seluruh sekolah di kota tersebut, dalam upaya menyampaikan pesan moral langsung kepada generasi muda. Konferensi pers film ini dihadiri oleh para pemain dan direktur, dengan harapan fenomena bullying bisa dihilangkan di seluruh Indonesia, terutama di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak.
Film Sayap Garuda Melawan Bullying: Penuh Pujian





