Pada era perkembangan teknologi yang semakin maju ini, baterai solid-state menjadi semakin dekat dengan kenyataan. Geely, sebagai perusahaan induk Volvo, tidak ingin ketinggalan dalam pengembangan sel solid-state miliknya. Kabar baiknya adalah bahwa paket baterai pertama mereka sudah hampir siap dan akan dipasang ke kendaraan uji yang akan beroperasi tahun ini. Meskipun demikian, mobil pertama dengan teknologi baterai solid-state ini masih akan menjadi kendaraan uji, sehingga belum tersedia untuk umum. Geely sendiri tidak menjual mobil di AS, namun konsumen di Eropa dan Australia dapat membeli produk-produk dari bayangan ini.
Bagaimanapun, Geely adalah perusahaan besar yang juga memiliki merek-merek lain seperti Lotus, Zeekr, dan Lynk & Co selain Volvo. Ini menunjukkan bahwa di masa depan, salah satu dari merek ini mungkin akan menawarkan baterai solid-state untuk EV mereka. Geely telah berinvestasi dalam teknologi baterai sejak beberapa tahun lalu dengan fokus pada sel LFP dan sel solid-state. Sel eksperimental tanpa cairan dari Geely dikabarkan memiliki densitas energi sekitar 400 Wh/kg, lebih tinggi dari baterai lithium-ion saat ini.
Selain menyimpan energi yang lebih besar, baterai solid-state juga menjanjikan pengisian yang lebih cepat dan tingkat keselamatan yang lebih baik. Ini adalah langkah penting menuju kendaraan listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Banyak perusahaan lain juga sedang menginvestasikan dana mereka dalam teknologi baterai solid-state, menunjukkan bahwa inovasi ini sedang menjadi fokus utama dalam industri otomotif. Meskipun masih ada banyak pertanyaan yang harus dijawab terkait teknologi ini, harapan akan adopsi massalnya semakin meningkat.





