Sebuah harapan yang menggembirakan muncul dengan kabar kemungkinan peluncuran Charger dengan mesin V8, tepatnya mesin Hellcat. CEO Tim Kuniskis menyatakan bahwa penggunaan mesin Hellcat adalah satu-satunya pilihan yang “masuk akal” untuk Charger. Namun, kepastian mengenai kembalinya V8 pada Charger masih belum terjamin. Kuniskis mengakui kekhawatiran akan terlalu banyak opsi powertrain yang bisa membingungkan dealer dalam menentukan penjualan. Meskipun telah disinyalir sejak beberapa bulan lalu, termasuk pengumuman investasi sebesar US$13 miliar untuk pembaruan powertrain, Charger terbaru masih mengandalkan mesin enam silinder segaris twin-turbo. Mesin Hemi V8 5,7 liter yang dipasang pada Charger generasi sebelumnya saat ini menghasilkan kW yang lebih rendah dibandingkan dengan mesin yang saat ini digunakan.
Meskipun harapan akan kembalinya mesin V8 pada Charger masih tinggi, terdapat kecenderungan bahwa Stellantis akan tetap menggunakan teknologi powertrain yang telah diinvestasikan sebelumnya. Meskipun demikian, opsi Hellcat yang bertenaga besar namun memiliki harga tinggi mungkin menjadi opsi yang terbaik secara finansial jika merek ini memutuskan untuk mengembangkan kembali V8 untuk platform baru Charger. Sepertinya, Charger dengan mesin V8 Hellcat adalah sebuah opsi yang menarik dan bisa menghadirkan performa yang luar biasa bagi pecinta mobil sport sedan.





