Gandeng Autistic Self Advocacy Network, Barbie Autisme Mattel

by -44 Views

Perusahaan mainan Mattel telah merilis koleksi Barbie autisme dalam kolaborasi dengan Autistic Self Advocacy Network (ASAN). Desain dari Barbie Fashionista autisme ini disesuaikan dengan karakteristik orang-orang autisme, yang diakui sebagai spektrum yang berbeda bagi setiap individu. Global Head of Dolls Mattel, Jamie Cygielman, berharap bahwa koleksi ini dapat mencerminkan gambaran inklusi, sehingga setiap anak autisme dapat melihat representasi diri mereka dalam Barbie.

Barbie autisme didesain dengan penampilan sederhana, warna kulit tan, rambut panjang, dan pakaian rok longgar yang sesuai dengan preferensi orang autisme pada umumnya. Fitur unik pada Barbie ini meliputi tangan yang bisa digerakkan dan pandangan mata yang sedikit melirik ke samping. Aksesori tambahan seperti fidget spinner, headphone, dan tablet khusus untuk komunikasi juga disertakan untuk membantu kegiatan sehari-hari orang autisme.

Sementara itu, sejarah Barbie dimulai pada tahun 1959 ketika boneka pertama kali diperkenalkan oleh Ruth Handler dari Mattel. Nama Barbie diambil dari putri Ruth, Barbara, dan terinspirasi dari boneka dewasa Jerman bernama Bild Lilli. Barbie menjadi simbol fesyen paling populer di dunia dan terus berkembang menjadi ikon aspirasi perempuan seiring waktu. Barbie telah merilis berbagai koleksi yang mencakup warna kulit beragam, koleksi disabilitas, hingga inspirasi dari perempuan hebat di dunia seperti Frida Kahlo dan Amelia Earhart.

Barbie tidak hanya menjadi mainan, namun juga tontonan dalam bentuk kartun dua dimensi maupun film layar lebar. Koleksi Barbie yang beragam telah mendapat pujian karena kemampuannya untuk meningkatkan kepercayaan diri dan menginspirasi perempuan di seluruh dunia. Dengan rilisnya Barbie autisme, Mattel terus menunjukkan komitmennya untuk inklusi dan representasi yang beragam dalam industri mainan.

Source link