Operator SPBU Dikabarkan Terima Ancaman Pembunuhan di Jaktim

by -35 Views

Seorang operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim) mengalami kejadian menakutkan ketika dikejar dan diancam pembunuhan oleh seorang oknum aparat pria. Lukman Hakim, seorang operator berusia 19 tahun, menceritakan insiden tersebut yang terjadi pada malam Minggu sekitar pukul 22.00 WIB. Saat sedang bertugas, Lukman dihadapkan pada situasi yang memanas ketika seorang pelanggan membawa kode batang (barcode) yang tidak sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan.

Meskipun pelat nomor kendaraan sama, data dalam barcode menunjukkan jenis kendaraan yang berbeda. Lukman menjelaskan bahwa berdasarkan SOP dari Pertamina, mereka tidak diperbolehkan mengisi BBM jika barcode tidak sesuai, meskipun pelat nomor kendaraan sama. Pelanggan yang tak terima dengan penjelasan Lukman langsung marah-marah dan bahkan menyerang petugas.

Keributan semakin membesar dan melibatkan beberapa staf SPBU lainnya. Seorang staf bahkan mengalami pemukulan hingga kepala terbentur ke mobil pelanggan. Ancaman pembunuhan membuat Lukman ketakutan sehingga dia berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah SPBU. Setelah kejadian tersebut, pelaku yang diduga adalah aparat tersebut sudah pergi dan tidak mengejar Lukman lagi.

Para korban berharap kasus ini dapat diproses dengan transparan dan profesional. Pemilik SPBU telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi untuk penanganan lebih lanjut. Propam Polda Metro Jaya juga turut terlibat dalam kasus ini. Kejadian tersebut melibatkan tiga pegawai SPBU, yang mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait identitas pelaku agar keadilan dapat ditegakkan.

Dengan demikian, kejadian penganiayaan yang menimpa staf dan operator SPBU ini menjadi sorotan dan menunjukkan pentingnya penegakan hukum dalam menjaga keamanan dan perlindungan para pekerja serta masyarakat umum.

Source link