Polda Metro Jaya memberikan respons terhadap aksi seorang mahasiswa yang mencoret kain penutup kepala (jilbab) Polwan saat menghadiri acara demonstrasi di wilayah Mabes Polri pada Jumat (27/2). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto menekankan bahwa kain penutup kepala yang dikenakan oleh Polwan merupakan bagian penting dari seragam mereka dan berfungsi sebagai penutup aurat sehingga tidak seharusnya digunakan sebagai alat ekspresi yang provokatif. Ia juga mengajak agar pendapat bisa disampaikan dengan lebih santun dan tanpa tindakan yang merendahkan martabat atau menciptakan ketegangan di lapangan.
Budi menegaskan bahwa Polri menghormati hak warga untuk menyampaikan pendapat, namun tetap mengingatkan agar pelaksanaannya dilakukan dengan tertib, sopan, dan beretika. Polri berkomitmen untuk melayani kegiatan pendapat secara manusiawi dan menekankan perlunya etika dan rasa hormat terhadap pihak lain dalam menyampaikan aspirasi.
Belajar dari kejadian tersebut, Budi mengağresiasi mahasiswa atas pelaksanaan demonstrasi yang berlangsung dengan aman, tertib, dan damai. Meskipun terdapat sebagian mahasiswa yang melakukan tindakan yang tidak elok terhadap anggota Polri, hal ini merupakan pengingat bahwa kesabaran dapat menjaga situasi agar tetap aman, kondusif, dan terkendali. Polda Metro Jaya telah melakukan penyiagaan dengan mengerahkan 3.992 personel untuk menjaga keamanan selama aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri pada Jumat (27/2). Pelibatan personel tersebut bertujuan untuk memastikan agar demonstrasi berlangsung dengan tertib dan memastikan stabilitas masyarakat, terutama selama bulan suci Ramadhan.





