Britney Spears telah bergabung dalam barisan musisi besar yang memilih untuk menjual hak katalog musiknya, mengikuti jejak beberapa bintang lainnya. Melalui kesepakatan dengan Primary Wave yang selesai pada 30 Desember, Britney menjual katalog lagu hitsnya seperti “…Baby One More Time”, “Toxic”, dan lainnya. Primary Wave, perusahaan penerbit independen yang mengelola musik ikonik, sebelumnya telah bekerja sama dengan warisan musik dari artis terkenal seperti Prince dan Whitney Houston.
Keputusan Britney Spears ini juga sejalan dengan tren di industri musik, terutama setelah Justin Bieber menjual hak katalog musiknya dengan nilai sekitar 200 juta dolar AS pada tahun 2023. Dalam katalog musiknya, Britney memiliki kredit penulisan pada hampir 40 lagu, termasuk hits seperti “Everytime” dan “Me Against the Music”. Meskipun ia belum kembali secara penuh ke dunia musik sejak tur terakhirnya pada tahun 2018, Britney berhasil menjual hak cipta musiknya sebagai langkah untuk memonetisasi karya dan memperluas kehadiran online.
