Pengalaman Seram: Kontroversi Hiburan Rakyat dengan Roh Halus

by -48 Views

Film “Para Perasuk” saat ini sedang diputar di bioskop Tanah Air. Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, film ini bukanlah film horor melainkan film yang terinspirasi dari pengalaman adiknya yang memiliki indra keenam sejak kecil. Konsep film ini diambil dari hiburan rakyat bernama Pesta Sambetan, sebuah tradisi turun-temurun di Desa Latas. Dalam pesta tersebut, terdapat permainan musik yang memungkinkan penari merasuki oleh roh hewan sebanyak 20 jenis.

Di Indonesia, banyak hiburan rakyat juga melibatkan roh dalam praktiknya. Contoh hiburan tersebut salah satunya adalah tarian Jaran Kepang atau Kuda Lumping yang memiliki unsur mistis dalam memanggil roh leluhur. Selain itu, ada juga Tari Seblang dari Banyuwangi yang dipercaya sebagai upacara untuk menolak bala dan menjaga desa dari mara bahaya.

Tari Sintren, berasal dari Jawa Barat, juga merupakan hiburan rakyat yang membutuhkan ritual khusus untuk memanggil roh. Demikian juga dengan Tari Dongkrek dari Madiun, yang dipercaya mampu mengusir wabah penyakit dan tolak bala. Lalu, dari Bali ada Tari Calonarang yang dipertunjukkan untuk keamanan dan ketentraman desa. Begitu pula dengan Tari Sigale-gale dari Suku Batak yang dipercaya sebagai tarian dari boneka kayu yang dirasuki oleh roh.

Tari Selai Jin dari Ternate Maluku Utara juga merupakan tarian sarana komunikasi dengan bangsa jin. Tari Bambu Gila, juga dari Ternate, merupakan atraksi budaya yang dianggap digerakkan oleh roh dalam pementasannya. Semua hiburan rakyat ini memiliki nuansa mistis dan mirip dengan konsep yang ada dalam film “Para Perasuk”. Film ini menampilkan para bintang seperti Maudy Ayunda, Angga Yunanda, Anggun, Chicco Kurniawan dan Bryan Domani yang dapat Anda saksikan di bioskop kesayangan.

Source link