Film Songko: Hyperlocal Storytelling yang Berbeda

by -48 Views

Jakarta – Film horor terbaru yang sedang tayang di bioskop Indonesia, Songko, telah menuai perhatian karena mengusung konsep storytelling lokal yang unik.

Songko: Horor dengan Sentuhan Lokal

Konsep hyperlocal storytelling yang dihadirkan dalam film horor ini merupakan inovasi yang dilakukan oleh sutradara Gerland Mamahit. Ia memilih untuk mengambil kisah-kisah lokal sebagai inti pesan yang disampaikan, dengan fokus pada konteks geografis, budaya, dan pengalaman emosional yang bersifat lokal.

Santara Whisnu Baker, seorang eksekutif produser, menjelaskan bahwa cerita daerah memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri yang layak untuk dieksplorasi. Dalam film Songko ini, mereka berusaha menunjukkan bahwa genre horor bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga dapat menjadi wahana untuk memperkenalkan dan mempromosikan identitas budaya lokal.

Cerita Songko: Kisah Misterius dari Tomohon

Menyajikan sebuah cerita rakyat dari Tomohon, Sulawesi Utara, Songko mengisahkan tentang legenda sosok makhluk misterius yang dikenal sebagai pengincar darah suci perempuan muda. Cerita ini berpusat pada kisah kematian misterius yang terjadi di desa Gunung Lokon pada tahun 1986, menciptakan ketakutan dan suasana mencekam bagi warga sekitar, terutama para gadis yang menjadi target utama sang makhluk.

Untuk menghadirkan nuansa lokal yang kuat, produksi film ini melibatkan proses riset yang detail serta melibatkan warga lokal sebagai pemeran dalam film ini. Dalam dialognya, film ini menggunakan bahasa Manado untuk menjaga keaslian dan keotentikan cerita.

Bintang-bintang ternama seperti Imelda Therinne, Annete Edoarda, Fergie Brittany, Tegar Satria, Khiva Iskak, dan aktor lokal lainnya, turut berperan dalam film Songko ini, yang kini sedang tayang di bioskop.

Source link