Polisi Bantah Dugaan Prostitusi Anak WNA di Jakbar Hoaks

by -68 Views






Penyelidikan Polisi: Dugaan Praktik Prostitusi Anak di Lokasari Jakarta Barat Ternyata Hoaks

Jakarta (ANTARA) – Kepolisian memastikan dugaan praktik prostitusi anak bawah umur yang melibatkan warga negara asing (WNA) asal Jepang di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, tidak terbukti setelah dilakukan penyelidikan terhadap unggahan viral di media sosial.

Penyelidikan Polisi Mengungkap Fakta Terbaru

Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar, menyatakan bahwa setelah melakukan serangkaian penyelidikan, dugaan tersebut tidak terbukti. Bobby menegaskan bahwa unggahan berbahasa Jepang yang menjadi viral di media sosial terkait dugaan prostitusi anak itu tidak benar.

Pemerintah Kota Jakarta Barat juga telah menyoroti dugaan praktik prostitusi anak di kawasan Lokasari, Tamansari. Plt Kepala Sudin PPAPP Jakarta Barat, Rizky Hamid, menjelaskan bahwa pihaknya sedang menggali informasi terkait eksploitasi dan prostitusi anak, termasuk yang berkembang di media sosial.

Pencegahan dan Perlindungan Anak sebagai Prioritas Utama

Sudin PPAPP Jakbar bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan kasus ini berjalan dengan cepat, terpadu, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak-anak yang mungkin menjadi korban.

Sementara Kepala Sudin Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono, menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan pelayanan sosial, pendampingan, dan rehabilitasi sosial bagi anak-anak korban eksploitasi. Koordinasi antar lembaga dan insititusi terkait menjadi kunci dalam mengatasi kasus-kasus serius seperti ini.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang dapat memperburuk kondisi korban dan untuk segera melaporkan dugaan kekerasan atau eksploitasi anak melalui saluran pengaduan resmi yang disediakan.

Jadi, setelah serangkaian penyelidikan yang dilakukan, dugaan praktik prostitusi anak di Lokasari, Jakarta Barat, ternyata hanyalah hoaks belaka. Penting bagi kita semua untuk tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dengan baik.

© ANTARA 2026

Source link