Milly Alcock Ungkap Karakter Supergirl dalam Film Terbaru
Milly Alcock memberikan penjelasan menarik mengenai karakter Supergirl yang ia perankan dalam film terbaru, Supergirl: Women of Tomorrow garapan sutradara James Gunn. Menurutnya, Supergirl bukanlah pahlawan yang sempurna dan kuat seperti Superman, melainkan penuh dengan trauma akibat kehancuran planet Krypton.
Penyintas Trauma dalam Wujud Paling Murni
Menurut Milly Alcock, Kara Zor-El alias Supergirl mengalami trauma yang mendalam karena menyaksikan sendiri kehancuran Krypton, berbeda dengan Superman yang hanya mendengar ceritanya. Hal ini menyebabkan Kara membawa beban psikologis yang berat, membuatnya rentan dan bahkan cenderung melakukan hal-hal yang tidak terkontrol.
Alcock mengaku bahwa sejak membaca naskah film tersebut, ia langsung memahami kompleksitas karakter Kara Zor-El yang harus ia bawakan. James Gunn ingin menghadirkan karakter Supergirl yang berbeda dan menarik, sebagai kontras yang kuat dengan Superman.
Karakter Supergirl
Supergirl pertama kali muncul dalam komik sebagai “Super-Girl” pada tahun 1958 sebelum kemudian debut dengan nama “Supergirl” pada tahun 1959. Dikarang oleh Otto Binder dan digambar oleh Al Plastino, Supergirl merupakan karakter jagoan perempuan dari DC Comics.
Sebagai putri dari Zor-El dan saudara kandung Jor-El (ayah Superman), Kara Zor-El memiliki kekuatan luar biasa yang hampir identik dengan Superman. Kekuatannya berasal dari penyerapan energi radiasi matahari kuning bumi, memungkinkannya untuk terbang dengan kecepatan tinggi dan memiliki berbagai kemampuan super seperti penglihatan sinar-X, teleskopik, penglihatan panas, dan lain sebagainya.
Supergirl dikenal sebagai karakter yang keras kepala dan tidak ingin sembuh dari traumanya. Dalam film terbaru yang disutradarai oleh Craig Gillespie, penonton akan melihat sisi gelap dan emosional dari Supergirl yang berantakan akibat traumanya saat kehancuran Krypton.





