JAKARTA – Maroko kembali membuat gebrakan setelah kesuksesan mereka di Piala Dunia 2022. Tim nasional Maroko, yang dikenal dengan julukan Atlas Lions, kini telah menetapkan target baru untuk menghadapi Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Utara.
Penyegaran Skuad Pasca Piala Dunia 2022
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, telah memilih sembilan pemain dari skuad Piala Dunia 2022 yang mencapai babak semifinal untuk tetap menjadi bagian dari tim nasional. Salah satu pemain yang namanya kembali mencuat adalah Achraf Hakimi, bek sayap yang bermain untuk PSG.
Selain Hakimi, perhatian juga tertuju pada pemain depan Brahim Diaz yang memiliki hubungan erat dengan Real Madrid. Diaz menjadi contoh keberhasilan strategi Maroko dalam memanfaatkan talenta diaspora untuk memperkuat tim nasional mereka.
Kekuatan Maroko dari Jaringan Diaspora
Skuad Maroko yang diumumkan mencakup 26 pemain, mayoritas di antaranya lahir di Eropa, terutama di Spanyol, Belgia, dan negara-negara lain yang memiliki komunitas diaspora Maroko yang signifikan. Hal ini menunjukkan bagaimana Maroko membangun kekuatan tim nasionalnya dari jaringan diaspora yang tersebar luas.
Selain itu, Maroko juga berhasil mendapatkan tambahan pemain baru setelah tiga pemain mendapatkan izin perubahan asosiasi tim nasional dari FIFA dalam sembilan bulan terakhir. Mereka adalah Issa Diop, Anass Salah-Eddine, dan Ayyoub Bouaddi, gelandang muda berusia 18 tahun.
Tantangan Maroko di Piala Dunia 2026
Meskipun menjaga momentum dari Piala Dunia sebelumnya, Piala Dunia 2026 tetap menjadi ujian tersendiri bagi Maroko. Mereka akan memulai perjalanannya di Grup C dengan pertandingan melawan Brasil pada 13 Juni di East Rutherford, New Jersey, dilanjutkan dengan laga melawan Skotlandia di Massachusetts, dan melawan Haiti di Atlanta.
Prestasi gemilang Maroko di Piala Dunia sebelumnya menjadi motivasi bagi mereka untuk terus bersaing di kancah internasional. Mereka berhasil mencapai babak semifinal dan menorehkan sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai pencapaian tersebut.
Kini, Maroko bertekad untuk membuktikan bahwa kesuksesan mereka empat tahun yang lalu bukanlah sekadar kejutan sesaat, melainkan hasil dari kerja keras dan keseriusan mereka dalam meraih prestasi di dunia sepak bola internasional.





