Saudara yang Terlupakan: Mengungkap Kisah yang Dihilangkan dari Sejarah

by -72 Views

JURNALIS PENULIS TAKDIR

Rahsa Saputra membuka mata di dalam ruangan yang tidak memiliki jendela, jam, maupun satu benda pun yang dapat memberitahunya berapa lama dunia telah berjalan tanpa dirinya.

Luna Vortan berdiri beberapa langkah di hadapannya sambil memegang kotak pelindung Al-Bashirah. Rahsa terbaring di kursi neural, bukan lagi percobaan, tetapi alasan seluruh percobaan dilakukan.

Selamat Datang Kembali

Rahsa menatap kedua tangannya seolah baru menyadari bahwa tubuh tersebut masih menjadi miliknya. Ingatannya datang dalam kilatan yang tidak berurutan.

“Berapa lama?” tanyanya.

“Dua puluh tiga tahun sejak malam laboratorium itu terbakar,” jawab Luna.

“Tubuh saya tidak berusia tiga puluh lima tahun,” timpal Rahsa.

Setelah kilatan ingatan, Rahsa menghadapi Luna dengan pertanyaan tajam.

Saudara yang Dihapus dari Sejarah

Rahsa dan Raka menjalani dialog tatap muka di observatorium tua. Dalam suguhan psikologi yang menggugah, keduanya saling membuka diri.

Rahsa mengungkapkan dirinya yang dihapus dari sejarah, sementara Raka menawarkan pendengaran dan pemahaman.

Ketika situasi mencapai titik klimaks, pilihan melibatkan pengorbanan sejarah pribadi untuk kedamaian di masa depan.

Pertanyaan krusial tentang identitas, kebenaran, dan keberanian menjadikan keduanya menghadapi saat penentuan yang krusial.

Kisah epik dua saudara yang takdirnya terkait erat mewarnai latar observatorium bersejarah itu.

Source link