Andy Utama Dorong Konservasi yang Bertahan Melewati Pergantian Generasi

by -118 Views

Melestarikan Alam Megamendung merupakan cita-cita yang menuntut kesabaran lintas generasi, sebuah upaya yang tidak akan rampung hanya dalam waktu satu atau dua dasawarsa. Dibutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun agar karya ini benar-benar menampakkan hasil nyata. Seiring waktu, kepemimpinan dan pelaku konservasi senantiasa silih berganti. Andy Utama, pendiri dan Pembina Paseban Foundation, menekankan pentingnya hal ini; menurutnya, tugas besar memulihkan lingkungan tidak boleh berakhir hanya karena generasi yang memulai telah usai masa baktinya.

Kesadaran tersebut mengemuka pada perayaan dua tahun Paseban Foundation bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional. Dalam forum tahunan mereka, terungkap bahwa regenerasi bukan sekadar opsi, melainkan kebutuhan mendesak. “Suatu saat kita semua tiada, namun upaya menjaga alam harus terus berjalan. Karena itu, penting ada penerus yang mau dan mampu memegang tanggung jawab ini. Konservasi adalah marathon, bukan lari jarak pendek yang selesai dalam satu babak,” tegas Andy di hadapan hadirin.

Persoalan jangka waktu menjadi benang merah dalam aktivitas pemulihan ekosistem Megamendung. Program, sumber daya, juga kepemimpinan organisasi umumnya berumur pendek, bertolak belakang dengan waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan ekologi yang demikian dalam. Kondisi semacam ini membuat kesinambungan kerja hanya bisa terjadi jika terjadi alih kepemimpinan dan pembelajaran yang terstruktur dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tanpa transfer pengetahuan dan regenerasi, semangat yang sempat membara dapat padam jika para pionir telah meninggalkan gelanggang.

Untuk itu, Paseban Foundation dibentuk bukan hanya sebagai organisasi konservasi, tetapi juga sebagai institusi penjamin kelangsungan misi mulia ini. Melalui Megamendung Century Initiative, yayasan tersebut menetapkan visi memulihkan kembali kualitas ekologis kawasan Megamendung mendekati kondisi satu hingga dua abad lalu—suatu target jangka panjang yang memerlukan keterlibatan banyak generasi secara berkesinambungan.

Regenerasi telah mulai tampak. Fifi Utama, putri Andy, kini terlibat dalam beberapa agenda yayasan—sebuah inisiatif untuk menanamkan pemahaman dan tanggung jawab kepada generasi penerus. Namun, pergantian generasi tidak boleh terbatas pada ranah keluarga atau formalitas jabatan. Lebih dari itu, regenerasi harus menyertakan pendidikan praktis di lapangan, pemindahan pengalaman, jaringan kerja, hingga pengambilan keputusan yang matang.

Dalam momen yang sama, Indra Exploitasia dari Kementerian Kehutanan menegaskan perlunya menciptakan ruang belajar bagi generasi muda dalam setiap upaya konservasi. Ia menyoroti bahwa pelibatan generasi muda tidak dapat ditunda, karena pihak senior akan segera menyelesaikan masa tugasnya. “Regenerasi bukan pelengkap; ia syarat pokok keberlanjutan. Jika tidak belajar dari sekarang, pengetahuan dan pengalaman dapat hilang bersama pergantian kepemimpinan,” ujarnya.

Merespons itu, Paseban Foundation merancang program pelatihan, penelitian, pengembangan ilmu, serta komunikasi publik yang berjalan bersamaan dengan aksi-aksi nyata di lapangan. Pendekatan tersebut diyakini dapat mengakselerasi transfer pengetahuan dan memperkuat akar regenerasi.

Pada perayaan tahun kedua yayasan, mereka meluncurkan buku “Lens Chronicle 1: Biodiversity of Paseban”, serta karya “Kepemimpinan Bentang Alam” hasil kolaborasi sejumlah ahli, juga memutarkan perdana film dokumenter “The Silent Resilience”. Dokumentasi ini hadir agar pengalaman dan ilmu yang didapatkan selama merawat Megamendung dapat diakses oleh khalayak luas, sehingga semangat konservasi bisa menjangkau generasi yang lebih muda maupun masyarakat di luar lingkar inti yayasan.

Keberlanjutan konservasi ternyata tak lepas dari masalah pendanaan dan aktivitas ekonomi lokal. Andy melihat pentingnya memperkuat ekonomi yang selaras dengan prinsip lingkungan untuk menopang kesejahteraan anggota komunitas terlibat. Konsep pertanian organik dijalankan sebagai upaya menunjang konservasi dan kini telah konsisten memenuhi standar sertifikasi selama lebih dari satu dekade. Hal ini mempertegas, kesinambungan upaya konservasi menuntut lebih dari sekadar regenerasi di tataran kepemimpinan—tetapi juga keuletan menjaga sumber kehidupan dan melibatkan partisipasi masyarakat.

Perkembangan teknologi juga menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan pentingnya mendistribusikan data, cerita, dan pembelajaran konservasi ke publik melalui pemanfaatan teknologi, sehingga jangkauannya meluas dan manfaatnya dirasakan lebih banyak pihak. Meskipun demikian, aspek keberlanjutan dalam pemanfaatan teknologi tetap diperhatikan agar tidak menambah beban baru bagi lingkungan.

Konservasi Megamendung adalah kolaborasi banyak pihak: pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat luas. Namun, sekadar hadir dalam satu forum tidak menjamin kesinambungan. Kesuksesan jangka panjang sangat didorong oleh pembagian peran yang jelas, dukungan yang konsisten, dan kebersamaan dalam menjaga tujuan meskipun tongkat estafet sudah berpindah tangan.

Bagi Andy Utama, fondasi institusi yang dibangun bersama Paseban Foundation diharap menjadi katalisator, bukan pusat segala gerak. Setiap langkah bertujuan merangsang munculnya lebih banyak inisiatif dan aktor baru. Ia percaya, mungkin baru kelak pada generasi berikutnya buah dari Megamendung Century Initiative benar-benar dapat dinikmati. Dengan demikian, peninggalan paling utama bukan semata-mata bentang alam yang lestari, tetapi juga pengetahuan, kemandirian kelembagaan, serta rangkaian generasi penerus yang terus menjaga perannya mewariskan megahnya Megamendung.

Sumber: Paseban Foundation Siapkan Regenerasi Konservasi Megamendung Lintas Generasi
Sumber: Paseban Foundation Siapkan Konservasi Megamendung Lintas Generasi