**Aplikasi Iblis: Cinta Arya Berujung Teror Oktober 2026**

by -55 Views

Film horor terbaru berjudul Aplikasi Iblis akan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026. Film produksi NIH Pictures ini menempatkan sebuah aplikasi misterius sebagai pintu masuk cerita yang memadukan romansa, kehilangan, misteri, teror, dan aksi.

Film tersebut menjadi debut Dimas Anggara sebagai sutradara film horor. Ia mengatakan, Aplikasi Iblis tidak hanya mengandalkan unsur teror, tetapi juga menghadirkan drama melalui hubungan dua tokoh utama, Arya dan Laras.

“Saya mencoba mengeksplorasi genre horor dengan teror, misteri, action, dengan balutan cerita drama yang hadir lewat kisah romansa Arya dan Laras,” kata Dimas dalam siaran pers NIH Pictures di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Cinta dan kehilangan menjadi pintu teror

Dalam film ini, Junior Roberts memerankan Arya, sementara Dosma Hazenbosch berperan sebagai Laras. Keduanya dikisahkan memiliki hubungan asmara yang berakhir tragis setelah Laras meninggal dunia sebagai korban perampokan.

Kepergian Laras membuat Arya terpuruk. Ia kemudian berusaha kembali terhubung dengan kekasihnya melalui sebuah aplikasi ponsel. Upaya tersebut justru membawanya ke dalam rangkaian misteri dan teror yang menjadi pusat cerita film.

Menurut Dimas, rasa cinta dan kehilangan dapat membuat seseorang berada dalam kondisi rentan sehingga mudah dimanipulasi. Gagasan itu dituangkan melalui perjalanan Arya yang masih berusaha mempertahankan hubungan dengan Laras setelah kematian sang kekasih.

Peran tersebut menuntut Junior Roberts menjalani adegan yang tidak hanya emosional, tetapi juga melibatkan unsur aksi dan teror. Ia menyebut harus mempersiapkan kondisi fisik sekaligus mendalami kesedihan yang dialami Arya.

“Karakter Arya membuat aku harus siap fisik untuk action-nya, selain menjiwai kesedihannya, dan banyak adegan yang meneror,” ujar Junior.

Horor dengan isu keamanan perempuan

Selain kisah hubungan Arya dan Laras, film ini membawa persoalan keamanan perempuan yang bekerja hingga malam. Dosma Hazenbosch menilai nasib Laras menggambarkan risiko yang masih dihadapi perempuan pekerja ketika harus pulang larut malam.

“Ada banyak pekerja perempuan yang pulang malam. Dan ternyata lingkungannya masih belum aman, sampai Laras kehilangan nyawa,” kata Dosma.

Ia berharap penonton melihat Aplikasi Iblis bukan semata-mata sebagai film yang menghadirkan ketakutan, tetapi juga sebagai pengingat terhadap persoalan keamanan di lingkungan sekitar.

“Ini sangat miris dan ku harap juga bisa dilihat bahwa ‘Aplikasi Iblis’ bukan cuma horor yang meneror, tapi juga bisa menjadi awareness untuk kita semua,” ujarnya.

Dengan latar cerita tentang kehilangan Laras dan usaha Arya untuk kembali menjangkaunya melalui aplikasi misterius, Aplikasi Iblis dijadwalkan menyapa penonton di bioskop Indonesia pada 15 Oktober 2026.

Source link