Prekuel 5 cm: Revolusi Hati Hadirkan Petualangan Bahari

by -51 Views

Waralaba 5cm kembali dengan arah petualangan yang berbeda. Soraya Intercine Films mengumumkan produksi film prekuel berjudul 5cm: Revolusi Hati dalam acara di kantor mereka, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026). Film ini hadir 14 tahun setelah karya pertamanya sukses di bioskop dan ikut memicu tren pendakian Gunung Semeru di kalangan anak muda.

Jika film sebelumnya membawa penonton ke lanskap pegunungan, 5cm: Revolusi Hati akan mengeksplorasi lautan lepas. Ekosistem bawah air serta wilayah yang belum banyak terjamah menjadi bagian penting dari cerita. Produser Sunil Soraya dan sutradara Emil Heradi memilih lokasi berdasarkan kebutuhan narasi, bukan semata-mata mengikuti tren pariwisata.

Petualangan bahari dengan pendekatan minim CGI

Sunil mengatakan unsur Indonesia, alam, dan persahabatan tetap menjadi fondasi utama film tersebut. Namun, lokasi baru yang masih dirahasiakan akan membawa penonton melihat sisi lain kekayaan alam Indonesia, termasuk kehidupan di bawah permukaan laut.

“Cerita 5cm itu selalu ada unsur Indonesia, unsur alam, dan unsur persahabatan. Nah ini lokasinya yang dipilih masih rahasia sekarang… Tapi memang tempat-tempatnya baru, belum terlalu dijelajahi mungkin ya. Memang kita mencari ekosistem underwater dan ekosistem di atasnya segala macam. Ini yang paling cocok,” ujar Sunil.

Pengambilan gambar di laut lepas menghadirkan tantangan fisik dan logistik yang berbeda dari produksi berlatar pegunungan. Salah satu adegan yang paling menantang adalah badai di tengah laut. Untuk mempertahankan kesan realistis sekaligus menjaga keamanan pemain, tim produksi tidak sepenuhnya mengandalkan teknologi Computer-Generated Imagery (CGI).

Produksi menggunakan tiga pendekatan: syuting langsung di laut, pembangunan water tank berukuran besar, serta CGI untuk elemen yang sulit diwujudkan secara manual. Kolam tersebut dilengkapi sistem hidrolik yang dapat menghasilkan ombak buatan secara presisi.

“Kita sama Mas Emil mungkin merasa bahwa kita nggak terlalu suka CGI gitu. Jadi apa yang kita buat adalah tiga kombinasi. Pertama kita syuting laut, kedua kita bangun water tank dengan sistem hidrolik untuk ombak. CGI-nya hanya untuk menambah hal-hal yang waktu itu tidak bisa dicapai secara manual,” kata Sunil.

Pemain muda menjalani persiapan panjang

Para pemain baru menjalani reading intensif selama tujuh hingga delapan bulan. Persiapan tersebut berlangsung di tengah pro dan kontra di media sosial sebelum proyek diumumkan secara resmi. Rachel Aseelah, pemeran Azizah, mengaku sempat terlalu banyak berpikir, tetapi kesibukan produksi dan suasana kerja yang menyenangkan membantunya melewati tekanan tersebut.

“Aku awalnya sempat overthinking. Cuman kan aku orang yang nggak terlalu baca medsos banget. Abis itu karena syutingnya sibuk banget, jadi nggak kepikiran juga. Dan syutingnya juga seru, akunya juga enjoy. Temen-temennya juga seru, kru-nya semua baik,” ungkap Rachel.

Roman King menghadapi tantangan lain saat memerankan Zafran versi muda. Karakter tersebut sebelumnya dikenal melalui penampilan Herjunot Ali. Sunil memberinya ruang untuk membangun interpretasi sendiri, dengan tetap menghubungkan sosok Zafran dalam prekuel dengan karakter pada film pertama.

“Aku ngerti di film lima senti pertama itu karakternya Zafran. Aku respect ke karakter yang sebelumnya di film. Cuma pas mulai proses reading sama semua itu, Pak Sunil selalu bilang, kan ini prequel, jadi kemungkinan cari sendiri Zafran kamu kayak gimana dan bagaimana cara Zafran yang ini bisa jadi Zafran yang film pertama,” tutur Roman.

Selain kisah petualangan bahari, produksi juga menyiapkan soundtrack dengan konsep baru. Rincian mengenai jajaran lagu tersebut akan diumumkan kemudian.

Source link