Dugaan Gas Bocor di Jaktim, Polisi Panggil Manajemen

by -31 Views

Polsek Pasar Rebo memanggil satu orang dari pihak manajemen perusahaan di kawasan Pekayon, Jakarta Timur, untuk dimintai keterangan terkait dugaan kebocoran gas amonia yang berdampak pada warga sekitar. Polisi masih menyelidiki sumber dan rangkaian kejadian yang membuat puluhan warga mengalami sesak napas.

Kapolsek Pasar Rebo Kompol Wayan Wijaya mengatakan, hingga Selasa, baru satu perwakilan manajemen yang dipanggil penyidik. Namun, ia belum mengungkapkan identitas maupun jabatan orang tersebut.

“Baru satu orang dari pihak manajemen yang kami panggil untuk dimintai keterangan,” kata Wayan saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Polisi masih mendata warga terdampak

Pemanggilan itu merupakan bagian dari penyelidikan atas insiden yang terjadi di sekitar RT 01/RW 04, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo. Polisi juga masih mengumpulkan data jumlah warga yang terdampak dengan berkoordinasi bersama pengurus lingkungan setempat.

“Kami masih mencari data pasti warga RT 01/04 Kelurahan Pekayon yang terdampak dari gas amonia pabrik susu tersebut dari pengurus lingkungan,” ujar Wayan.

Ia menambahkan, penyidik masih mendalami rangkaian kejadian tersebut. Identitas perusahaan yang dimintai keterangan belum disampaikan kepolisian.

Sebelumnya, sebanyak 24 warga menjalani pemeriksaan medis setelah diduga menghirup gas yang bocor dari salah satu perusahaan di Jalan Raya Bogor, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi menyebut, seluruh korban terdampak saat menghirup gas yang bocor di wilayah RT 001/RW 004.

“Sebanyak 24 jiwa terdampak saat menghirup gas yang bocor di RT 001/004 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur,” kata Made saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Kronologi kebocoran gas

Dari 24 warga tersebut, satu orang dibawa ke RS Harapan Bunda, tiga orang mendapat perawatan di RS Tugu Ibu, sedangkan 20 korban lainnya diperiksa di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (28/9) sekitar pukul 14.15 WIB. Seorang saksi bernama Hermanto, yang sedang berada di rumah, mendengar suara ledakan dari arah perusahaan. Pada awalnya, ia menduga suara tersebut berasal dari ban pecah.

Tak lama kemudian, Hermanto dan warga sekitar mencium bau amonia yang menyengat. Warga pun berhamburan keluar rumah karena khawatir terdampak gas yang diduga bocor dari area perusahaan tersebut.

Hingga kini, polisi masih meminta keterangan dari pihak perusahaan dan melengkapi pendataan warga yang terdampak untuk mengungkap penyebab serta kronologi lengkap insiden tersebut.

Source link