Kisah Rapunzel yang dikenal luas melalui film Disney berakhir dengan pertemuan sang putri dan kedua orang tuanya. Namun, cerita yang diterbitkan Grimm bersaudara pada 1812 jauh lebih kelam. Di dalamnya terdapat penculikan bayi, kehamilan, pengasingan, hingga seorang pria yang kehilangan penglihatannya setelah jatuh dari menara.
Versi Disney yang berakhir bahagia
Dalam versi Disney, Rapunzel digambarkan sebagai putri berambut emas panjang. Rambut tersebut dipercaya memiliki khasiat untuk menjaga awet muda sehingga menjadi alasan Mother Gothel menculik Rapunzel sejak bayi.
Rapunzel kemudian dibesarkan di sebuah kastil tinggi di tengah hutan. Bangunan itu tidak memiliki pintu dan hanya mempunyai sebuah jendela sebagai akses keluar-masuk. Mother Gothel memanfaatkan rambut Rapunzel untuk memanjat ke dalam kastil setiap kali datang menemuinya.
Selama bertahun-tahun, Rapunzel tidak pernah meninggalkan tempat tersebut. Keadaan berubah ketika seorang pria tanpa sengaja masuk ke kastil. Setelah sempat berdebat, keduanya sepakat meninggalkan menara bersama-sama.
Keinginan Rapunzel saat itu sederhana: ia ingin melihat lampion yang diterbangkan pada hari tertentu. Belakangan diketahui, lampion tersebut diterbangkan oleh pihak istana untuk memperingati hari kelahirannya. Perjalanan itu akhirnya membawa Rapunzel kembali kepada kedua orang tuanya.
Asal-usul cerita yang lebih gelap
Jauh sebelum diadaptasi Disney, kisah Rapunzel disebut pernah hadir sebagai cerita tutur yang ditulis Charlotte-Rose Caumont de la Force pada 1698. Versi tersebut memiliki kemiripan dengan cerita yang kemudian dihimpun Jacob dan Wilhelm Grimm dalam kumpulan cerita rakyat Jerman Kinder- und Hausmärchen pada 1812.
Cerita bermula dari pasangan petani sayur. Saat hamil, sang istri mengidamkan tanaman rampion yang hanya tumbuh di kebun milik penyihir bernama Dame Gothel. Suaminya mencuri tanaman itu, tetapi tertangkap. Dame Gothel lalu membuat kesepakatan: pasangan tersebut boleh mengambil rampion, dengan syarat bayi mereka kelak menjadi miliknya.
Karena takut, sang suami menyetujui perjanjian tersebut. Setelah bayi lahir, Dame Gothel datang mengambilnya dan menamai anak itu Rapunzel. Bayi tersebut dibawa ke sebuah menara di tengah hutan yang tidak memiliki pintu. Seperti dalam versi populer, satu-satunya akses menuju menara adalah melalui rambut Rapunzel.
Ketika beranjak dewasa, Rapunzel menarik perhatian seorang pria yang mendengar suara nyanyiannya. Pria itu berhasil masuk ke menara dan keduanya kemudian saling jatuh cinta. Mereka bertemu secara diam-diam hingga Rapunzel hamil. Tidak memahami perubahan tubuhnya, Rapunzel bertanya kepada Dame Gothel mengapa perutnya membesar.
Mengetahui kehamilan itu, Dame Gothel murka. Ia memotong rambut Rapunzel dan mengusirnya ke hutan. Rapunzel bertahan hidup dengan memakan buah-buahan liar sebelum melahirkan anak kembar.
Sementara itu, Dame Gothel menjebak pria tersebut di menara. Dalam pertengkaran, ia mendorong pria itu hingga jatuh. Matanya terkena duri tajam dan ia menjadi buta. Bertahun-tahun kemudian, pria itu mengembara hingga tiba di gurun tempat Rapunzel tinggal. Suara nyanyian Rapunzel menuntunnya kembali. Saat mereka berpelukan, air mata Rapunzel jatuh ke mata pria tersebut dan, secara ajaib, penglihatannya pulih.
Rapunzel versi animasi tayang pada 2010. Adapun versi live action dijadwalkan hadir pada 2028 dengan Taegan Croft, Milo Manheim, dan Kathryn Hahn sebagai pemeran, serta Michael Gracey sebagai sutradara.
